| dc.description.abstract | Salah satu sumber daya hayati yang sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah Indonesia adalah populasi lebah madu. Hal ini ditunjang oleh faktor fisik dan lingkungan yang mendukung terhadap persyaratan hidup koloni lebah; juga beranekaragamnya jenis tumbuhan sangat memungkinkan tersedianya bunga sepanjang tahun. Tepung sari dan nektar yang terdapat pada bunga merupakan pakan lebah yang sangat esensial bagi perkembangan koloni lebah madu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan wilayah Gunung Kaledong bagi pelaksanaan budidaya lebah madu, serta untuk mengetahui besarnya potensi nektar dari tegakan kalindra.
Metoda yang digunakan dalam pengkajian wilayah untuk pembudidayaan lebah madu ini meliputi: survey dan observasi lapangan, pengukuran potensi nektar, studi pustaka, dan wawancara. Data yang dikumpulkan yakni potensi pakan lebah, sumber air, suhu, keting- gian, curah hujan, kelembaban udara, polusi, kondisi pertanian, daya adaptasi lebah, transportasi dan sumber tenaga kerja. Hasil observasi dan pengukuran yang sudah dipadukan dengan hasil pengecekan lapangan secara tentatif menjadi pertimbangan penentuan wilayah bagi pembudidayaan lebah madu.
Sumber pakan lebah yang paling dominan di gunung kaledong berasal dari tegakan kaliadra, sedangkan sumber pakan lainnya berasal dari tanaman perladangan, pertanian, pekarangan dan tumbuhan bawah... | id |