Akumulasi logam berat hg dan cd pada tubuh ikan bandeng (Chanos chanos Forsk.)

Date
1985Author
Sanusi, Harpasis Selamet
Eidman, Muhammad
Sastrakusumah, Sumardi
Soerianegara, Ishemat
Haeruman JS, Herman
R.T.M. Sutamihardja
Metadata
Show full item recordAbstract
Logam berat Hg dan Cd diketahui sebagai unsur kelumit yang bukan saja tidak esensial, namun juga bersifat racun baik bagi tumbuhan maupun hewan air. Logam berat tersebut yang terdapat dalam air akan mudah diabsorpsi dan terakumulasi pada tubuh organisme air. Perilaku Hg dan Cd yang terakumulasi pada jaringan tubuh ikan khususnya yang hidup dalam air mengandung kadar Hg dan Cd alami yang rendah, masih sangat sedikit disingkapkan.Hasil penelitian yang dilakukan dalam air laut mengandung rata-rata 0.47 ppb dan 0.22 ppb Cd menunjukkan bahwa otot, hati dan ginjal ikan uji mengakumulasi Hg dan Cd dengan tingkatan yang berbeda. Akumulasi Hg dan Cd pada hati dan ginjal ikan tidak memperlihatkan adanya perbedaan yang menyolok. Kedua jenis organ ikan tersebut mengakumulasi Hg dan Cd lebih besar dibandingkan dengan yang terjadi pada ototnya. Besarnya akumulasi Hg dan Cd pada hati dan ginjal ikan uji disebabkan organ ikan tersebut memiliki kemampuan yang besar dalam mengakumulasi Hg dan Cd dibandingkan dengan ototnya. Hal itu berkaitan dengan terdapatnya sejenis protein metallothionein (metallothionein-like protein) pengikat Hg dan Cd pada organ ikan tersebut. ... In the aquatic environtment both Mercury (Hg) and Cadmium (Cd) are heavy metals found as trace elements which are non-essential for aquatic plant and animal organisms, but are, however, potentially toxic for these organisms. These heavy metals are readily absorbed and subsequently accumulated in the bodies of aquatic organisms. Presently, information concerning the behaviour of Hg and Cd accumulated in fish living in aquatic environments with low concentrations of Hg and Cd is scarce.

