View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Patologi Dan Patogenesa Pneumonia Mycoplasma Pada Babi

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (6.371Mb)
      Date
      1988
      Author
      Surono, Cipto
      Nabibi, Rachmat
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pneumonia Mycoplasma adalah bentuk pneumonia paling sering dan umum diantara bentuk pneumonia lainnya pada babi, disebabkan oleh Mycoplasma hyopneumoniae (M. suipneu- moniae). Penyakit menyebar hampir di seluruh dunia dan merupakan penyebab kerugian ekonomi tertinggi diantara pe- nyakit babi lainnya (Macpherson dan Hodges, 1985). Penularan dari hewan satu ke hewan lain melalui udara yang tercemar M. hyopneumoniae atau kontak langsung dengan ekskresi alat respirasi hewan penderita. Induk semang ala- mi sampai sekarang yang diketahui adalah babi. Anak babi sering terinfeksi dari induknya. Oleh karena itu infeksi selalu timbul dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga apabila M. hyopneumoniae sudah menyerang suatu populasi cenderung bersifat endemik. Gejala klinis Pneumonia Mycoplasma Pada Babi atau "Mycoplasmal Pneumonia Of Swine" (MPS) adalah batuk kering, nafsu makan turun, hambatan pertumbuhan dengan morbiditas tinggi tetapi mortalitasnya rendah. Limfonodus bronchial dan mediastinal bengkak dan oedem. Kerugian ekonomi beru- pa penurunan rasio konversi makanan dan bobot badan, serta umur untuk siap dipotong rata-rata 2-3 minggu lebih lama dari biasanya (Baskerville, 1981). Lesio-lesio paru-paru paling sering ditemukan di lobus cardiacus dan lobus apicalis berupa daerah konsolidasi merah muda keabu-abuan yang dipisahkan secara jelas dari bagian paru-paru sehat. Komplikasi dengan infeksi sekunder bakteri, cacing paru-paru dan virus memperparah lesio- lesio sebelumnya. Pengobatan infeksi Mycoplasma hyopneumoniae sulit menghilangkan agen penyakitnya. Meskipun begitu obat yang dapat diberikan bersama makanan, minuman atau injeksi da- pat mengurangi keparahan lesio-lesio yang timbul. Vaksinasi yang pernah dilakukan sampai saat ini tidak memuaskan…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140085
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2186]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository