Pengaruh tepung rimpang pacing (Costus speciosus (Koen.) Sm.) terhadap reproduksi mencit putih (Mus musculus L. Strain Albino)
View/ Open
Date
1994Author
Solikhah, Siti
Soemawinata, R. A. Toerngadi
Priyambodo, Swastiko
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian di laksanakan di Laboratorium Rodentologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menempatkan mencit jantan dan betina dalam kandang plastik yang ditutup kawat kasa, kemudian diberi makan campuran umpan standar dan tepung rimpang pacing. Keesokan harinya ditimbang sisa campuran umpannya. Setelah pengumpanan pasangan mencit tersebut dicampur pada kandang kawin, dengan ketentuan konsentrasi perlakuan sama.
Peubah yang diamati adalah palatabilitas umpan campuran pelet, jumlah diosgenin yang dikonsumsi, jumlah anak perlahiran, bobot lahir seketurunan, dan prosentase kematian selama pertumbuhan anak sampai berumur 3 minggu.
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Leng- kap dengan 4 perlakuan TRP dalam umpan dan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu konsen- trasi TPR (0, 12.5, 25, 50 %) dan lama pengumpanan 1, 2, 3 minggu. Perlakuan diulang 3 kali.
Hasil pengamatan berdasarkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% menunjukkan bahwa pengaruh TRP sampai konsentrasi 25% pengumpanan 1 minggu tidak berbeda nyata
atau tidak terpengaruh pada palatabilitas umpan, sedangkan
pengumpanan 2, 3 minggu berbeda nyata. Konsentrasi 50% umumnya
sama dengan konsentrasi 25% pada semua lama
pengumpanan. Jumlah diosgenin yang dikonsumsi mencit pada
konsentrasi 12,5% sama dengan konsentrasi 25% tetapi
berbeda dengan konsentrasi 50 %.
Reproduksi mencit yang diamati pada konsentrasi 50% dengan lama pengumpanan 3 minggu, paling rendah tingkat reproduksinya bisa mencapai ( 1,667 ekor perkelahiran ). Penurunan bobot anak tidak dipengaruhi lama pengumpanan dan konsentrasi. Lama pengumpanan tidak terpengaruh terhadap prosentase kematian selama pertumbuhan anak sampai 3 minggu, yaitu ditunjukkan paling tinggi kematiannya pada konsentrasi 50% dengan lama pengumpanan 1 minggu 77,77 %.
Collections
- UT - Plant Protection [2516]
