| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan CARNA5 dalam menekan intensitas serangan CMV pada waktu infeksi yang berbeda-beda selama fase vegetatif tanaman cabai hibrida F₁ Hot Beauty.
Metode yang dilakukan yaitu menginokulasi bibit cabai merah Hot Beauty dengan CMV-2+CARNA5 pada umur 21 dan 26 hari setelah semai, kemudian memberikan inokulasi tantangannya, yaitu CMV-2 pada hari ke-7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, 56, dan 63 setelah inokulasi proteksi. Sebagai kontrol digunakan bibit cabai yang tidak diinokulasi protektif dengan CMV-2+CARNA5, namun diinfeksi CMV-2 pada hari ke-7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, 56, dan 63 setelah tanam. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali.
Tanaman cabai yang diinfeksi CMV-2 kurang dari 4 minggu setelah tanam lambat dalam menimbulkan gejala, namun menghasilkan intensitas serangan yang paling besar dibandingkan tanaman cabai yang diinfeksi CMV-2 pada umur lebih dari 4 minggu setelah tanam…dst | id |