| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi organ ginjal mencit yang dirusak parasetamol dan diberi ekstrak daun sangitan untuk mengurangi kerusakan ginjal. Sebanyak sembilan ekor mencit jantan umur 45 hari dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif, yaitu kelompok mencit yang tidak diberikan perlakuan khusus; kelompok kedua sebagai kontrol positif yaitu kelompok mencit yang dicekok aquabides pada hari ke-1 sampai hari ke-7 dan dicekok parasetamol pada hari ke-8 sampai hari ke-21; kelompok ketiga yaitu kelompok mencit yang dicekok ekstrak air daun sangitan pada hari ke-1 sampai ke-21 dan pada hari ke-8 dicekok parasetamol sampai hari ke-21, pemberiannya dilakukan dalam waktu bersamaan dengan ekstrak sangitan. Mencit diambil organ ginjalnya kemudian dibuat preparat histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Hasil pengamatan di bawah mikroskop menunjukkan ginjal mengalami apoptosis dan endapan protein pada tubulus, serta adanya apoptosis pada glomerulus. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode statistika dan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sangitan secara signifikan (a<0,05) dapat menghambat daya rusak parasetamol di ginjal mencit. | id |