Identitas Cacing Hati (Fasciola SP.) dan Daur Hidupnya di Indonesia

Date
1985Author
Mukhlis, Ahmad
Sastrohadinoto, R. Soenarjo
Sugiri, Nawangsari
Sastrakusumah, Sumardi
Martojo, Harimurti
Sigit, Singgih H.
Metadata
Show full item recordAbstract
Pada dewasa ini pertambahan penduduk secara eksplosif, terutama di negara yang sedang berkembang, tidak diimbangi oleh pengembangan produksi pangan yang cukup dan tinggi ni-lai gizinya sehingga di beberapa negara timbul kelaparan.
Oleh karena itu Food and Agricultural Organization pada tang-gal 1 Juli 1960 telah melancarkan Freedom from Hunger Campaign yang didukung oleh seluruh negara anggota Perserikatan Pangsa Bangsa dengan maksud untuk meringankan penderitaan dari beha-ya kelaparan itu dan mengusahakan untuk meningkatkan produksi di bidang pangan yang bergizi tinggi terutama di negara yang sedang berkembang.
Oleh karena ketidak stabilan keadaan politik pada tahun-tahun sebelumnya, maka di Indonesia penggalakan produksi di bidang pangan baru dapat dilaksanakan secara berencana mulai tahun 1969, yaitu dimulainya Repelita I. Hal yang membesar-kan hati adalah bahwa penanggulangan krisis kekurangan prote-in hewani dengan jalan meningkatkan upaya di bidang peternal:-an mendapat perhatian besar dari Kepala Negara, antara lain yang terwujud dalam bentuk Bantuan Presiden. Banpres ini berupa penyebaran bibit unggul hewan ternak baik berasal dari dalam maupun luar negeri, ke seluruh daerah di negara kita ini.
Namun segala usaha pengembangan peternakan akan kurang berhasil jika tidak disertai dengan penggalakan pengawasan dan pengendalian penyakit hewan.
Collections
- DT - Veterinary Science [305]

