Show simple item record

dc.contributor.advisorSinaga, Meity Suradji
dc.contributor.authorMannan, Dedi Abdul
dc.date.accessioned2024-02-15T01:17:52Z
dc.date.available2024-02-15T01:17:52Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138537
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Gliocladium sp baik secara invitro maupun invivo dalam solanacearum menghambat pertumbuhan dan patogenisitas P. penyebab penyakit layu pada tanaman tomat. Pengujian invitro interaksi Gliocladium sp. dengan P. solanacearum dilakukan untuk melihat pengaruh Gliocladium isolat 84 terhadap pertumbuhan P. solanacearum. Pengamatan dilakukan berdasarkan ukuran dan sifat zone hambatan serta pertumbuhan P. solanacearum Pengujian pada tanaman tomat menggunakan Rancangan Lengkap. Perlakuan yang diuji yaitu Inokulasi Acak Gliocladium isolat 84 pada 14 hari, 7 hari, 0 hari dan kontrol (tanpa inokulasi Gliocladium). Konsentrasi P. solanacearum lebih kurang 108 sel/ml. P. solanacearum dan Gliocladium diinokulasikan ke dalam tanah sebelum benih atau bibit dilakukan tomat ditanam. Pengujian pada benih tomat pada pot plastik dengan menanam 10 benih tomat/pot. Pengujian ini dilakukan sebanyak 15 ulangan dan pengamatan dilakukan selama 3 minggu. Pengujian pada bibit tomat yang berumur 14 hari dilakukan pada kantung plastik berukuran 1 kg dengan menanam 2 bibit/ kantong plastik. diamati Pengujian dilakukan sebanyak 15 ulangan dan selama 7 minggu. Parameter yang digunakan dalam uji adalah banyaknya tanaman tomat yang layu akibat serangan bakteri P. solanacearum Hasil pengujian menunjukkan bahwa Gliocladium isolat 84 mempunyai tingkat kompetisi ruang yang tinggi. Koloni Gliocladium menutupi seluruh koloni bakteri dan permukaan cawan petri dalam waktu 3 hari. Pengujian secara statistik atas pengaruh inokulasi Gliocladium isolat 84 terhadap persentase layu benih tomat menunjukkan hasil yang berbeda nyata antara perlakuan Gliocladium Gliocladium. dengan kontrol yang tidak menggunakan Persentase tanaman tomat yang menunjukkan gejala layu sebesar 18% untuk perlakuan 14 hari, 22.67% untuk perlakuan 7 hari, 30.67% untuk perlakuan 0 hari dan..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengujian potensi Gliocladium sp. sebagai agen antagonis terhadap Pseudomonas solanacearum E. F. Smith penyebab penyakit layu bakteri pada tanaman tomatid
dc.titlePengujian potensi Gliocladium sp. sebagai agen antagonis terhadap Pseudomonas solanacearum E. F. Smith penyebab penyakit layu bakteri pada tanaman tomatid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record