View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pola reproduksi pada anoa (Bubalus (Anoa) sp.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (5.958Mb)
      Date
      1990
      Author
      Parlindungan, Oloan
      Djojosudarmo, Suharto
      Taurin, M. Buyung
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi reproduksi dari anoa dalam hubungannya dengan pelestarian dan usaha pembudidayaannya. Anoa merupakan salah satu anggota Bovidae yang dima- sukkan kedalam genus Bubalus, dengan dua species, yaitu: Bubalus (Anoa) depressicornis dan Bubalus (Anoa) quarlesi. Anoa merupakan satwa langka yang hanya terdapat di Indone- sia pulau Sulawesi, umumnya hidup di hutan-hutan yang le- bat di dekat aliran sungai, danau, rawa-rawa, sumber air panas yang mengandung belerang dan sepanjang pantai. Anoa mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: merupakan hewan herbivora, ruminansia, mammalia, hewan yang melindungi anaknya dengan ketat dan hewan yang mempunyai suhu tubuh yang tetap. Organ reproduksi jantan terdiri dari testes, epididy- mis, ductus deferens, uretra, penis dan dilengkapi dengan kelenjar vesikuler, prostata dan cowper. Organ kelamin betina terdiri dari ovarium, tuba fallopii, uterus, ser- viks, vagina, vulva dan klitoris. Anoa mencapai dewasa kelamin pada umur dua tahun, be- rahi pada anoa ditandai dengan tingkah laku betina yang sering menguaknguak dan bila diperiksa vulvanya akan ter- lihat adanya pembengkakan, kemerahan dan pengeluaran cair- an yang transfaran, anoa mempunyai siklus berahi selama satu setengah bulan. Didalam kegiatan reproduksi umumnya seekor pejantan hanya melayani seekor betina atau pasangannya. Secara ga- ris besar periode kopulasi pada anoa dapat dibagi dalam beberapa tahap, yaitu: percumbuan, penunggangan, intromisi dan ejakulasi. Kopulasi dilakukan dengan pejantan menung- gangi si betina. Kebuntingan pada anoa berlangsung selama 276 325 hari. Anoa untuk pertamakali melahirkan, umumnya pada umur tiga tahun, interval beranak selama dua tahun, anak yang dilahirkan akan disusui selama satu tahun dan umumnya melahirkan satu ekor anak setiap kelahiran atau monotocus…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138395
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2186]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository