| dc.description.abstract | Pemahaman tentang proses pembentukan tanah dan perkem- bangannya, kemudian dilanjutkan dengan klasifikasi tanah dapat dianggap sebagai usaha memperkaya informasi sumberdaya tanah. Usaha pemahaman sifat-sifat tanah yang terben- tuk menjadi sangat penting apabila penggunaan lahan menga- rah pada tujuan-tujuan khusus. Sehubungan dengan hal ter- sebut, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perkembangan tanah berasal dari bahan induk batu pasir napalan di daerah Kulonprogo, Yogyakarta dan andesit di daerah Pacitan, Jawa Timur serta mengklasifikasikannya berdasarkan sistem Taksonomi Tanah.
Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan di lapang dan analisis contoh tanah di laboratorium. Pengama- tan di lapang berupa deskripsi profil dan pengambilan contoh tanah dan di lanjutkan dengan analisis contoh tanah di laboratorium yang meliputi analisis fisika tanah, kimia dan mineralogi tanah serta analisis mineral bahan induk fraksi serbuk (<10 /um) dengan menggunakan diffraktometer sinar-X.
Pedon-pedon yang diteliti di daerah Kulonprogo (KP1, KP2 dan KP3) mempunyai solum yang masih dangkal, berkisar antara 42 sampai 57 cm, dengan sifat morfologi yang hampir..dst | id |