| dc.description.abstract | Sabut kelapa merupakan limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan. Kandungan bahan berlignoselulosa berupa serat memungkinkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku papan partikel, demikian juga sebagai bahan baku pembuatan perekat likuida. Penelitian tentang pembuatan papan partikel dan perekat likuida dari limbah sabut kelapa belum pernah dilakukan sebelumnya. Dalam penelitian ini perekat likuida sabut kelapa diberi penambahan melamin formaldehid dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas papan partikel sabut kelapa yang dihasilkan. Komposisi penambahan melamin formaldehid yaitu 15%, 30%, dan 45% karena pada penelitian sebelumnya oleh Mulyani (2006) yang membuat perekat likuida menggunakan limbah TKKS (Tandan Kosong Kelapa: Sawit) dengan fortifikasi 15% belum memenuhi standar.
Papan partikel sabut kelapa dibuat dari partikel sabut dengan ukuran: + Icm dengan penambahan kadar perekat (likuida dan fortifikasi) sebesar 10%, 15%, dan 20%. Komposisi fortifikasi melamin formaldehid adalah 15%, 30%, dan 45% dari berat perekat likuida sabut kelapa. Papan partikel sabut kelapa yang dibuat berukuran (30x30x1)cm³ dengan kerapatan sasaran sebesar 0,7 g/cm³. Pengempaan papan menggunakan hot press dengan tekanan kempa 26 kgf/cm² dan suhu kempa yang diberikan adalah 160 °C. Pengempaan papan partikel sabut kelapa dilakukan ± 5 menit tanpa diberi tekanan kempa untuk menguapkan air yang tercampur dalam perekat likuida. Kemudian pengempaan dilanjutkan ± 10 menit dan diberi tekanan kempa 26 kgf/cm². Setelah papan partikel terbentuk kemudian dilakukan pengkondisian papan selama 6x24 jam untuk menghilangkan tegangan sisa dan menyeragamkan kadar air. Pengujian sifat fisis dan mekanis- papan partikel sabut kelapa mengacu pada standar JIS A 5908-2003.
Hasil pengujian sifat fisis dan mekanis menunjukkan bahwa hasil terbaik diperoleh pada papan partikel dengan perlakuan kadar perekat 15% dengan tingkat fortifikasi 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel sabut | id |