| dc.description.abstract | Keragaman sifat kayu daun lebar sering menjadi kendala dalam pemanfaatannya, sehingga hanya terbatas pada jenis- jenis yang dikenal di dunia perdagangan. Pemasakan campuran dapat dilakukan dalam usaha meningkatkan efisiensi penggunaan bahan berserat khususnya kayu daun lebar. Proses soda dan sulfat sangat populer di Indonesia. Berdasar- kan hasil penelitian antrakinon dianggap mampu mengelimi- nir kelemahan kedua proses alkali tersebut.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari pengaruh antrakinon pada berbagai tingkat BJ kayu daun lebar terhadap kualitas pulp soda dan pulp sulfat. Parameter yang di- gunakan adalah rendemen, sisa alkali aktif, bilangan per- manganat dan sifat fisik lembaran yang meliputi indeks so- bek, indeks tarik, dan indeks retak. Data diolah dengan rancangan faktorial 2x3x3 dalam pola acak lengkap dengan dua ulangan. Faktor A adalah proses pembuatan pulp (pro- ses soda dan proses sulfat); Faktor B adalah jumlah penam- bahan AQ (0.00%; 0.05%; dan 0.10%); dan Faktor C merupakan berat jenis kayu (BJ < 0.5; BJ > 0.5; dan BJ campuran).
Hasil analisa keragaman menunjukkan, bahwa faktor A, B, dan C berpengaruh nyata/sangat nyata terhadap rendemen, bilangan permanganat, sisa alkali aktif, indeks tarik dan indeks retak. Sedangkan indeks sobek pulp hanya dipenga- ruhi oleh faktor B dan faktor C.
Secara rata-rata proses soda menghasilkan pulp dengan rendemen, bilangan permanganat dan sisa alkali lebih ting- gi; serta indeks tarik dan indeks retak lebih rendah, bila dibandingkan dengan proses sulfat. Tetapi indeks sobek pulp dari kedua proses tersebut tidak berbeda nyata…dst | id |