Show simple item record

dc.contributor.advisorIndrawati, Agustin
dc.contributor.advisorNugraha, Arifin Budiman
dc.contributor.authorNastassya, Lidwina
dc.date.accessioned2024-01-31T07:55:52Z
dc.date.available2024-01-31T07:55:52Z
dc.date.issued2024-01
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136969
dc.description.abstractTripanosomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Trypanosoma dan memberikan dampak ekonomi signifikan pada populasi ternak. Beberapa varian dari penyakit ini termasuk Nagana, Surra, dan Dourine . Ada beberapa spesies dalam subgenus Trypanozoon, seperti T. brucei, T. evansi, dan T. equiperdum yang sulit dibedakan secara morfologi dan dibutuhkan pendekatan molekuler yang lebih tepat. Kesalahan dalam identifikasi spesies bisa mempengaruhi pemahaman epidemiologi penyakit, terutama di Indonesia. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk pengembangan metode molekuler yang lebih akurat, seperti yang menargetkan gen maxicircle dan minicircle, untuk identifikasi yang lebih tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui kekerabatan isolat Trypanosoma dari subgenus Trypanozoon dan mengetahui karakter biologinya, khususnya dari Sulawesi dan Banten, guna meningkatkan pengawasan dan pemahaman mengenai penyakit tersebut di Indonesia. Delapan isolat Trypanosoma dari sapi dan kerbau, yang berasal dari Sulawesi dan Banten, diperoleh dari laboratorium parasitologi Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Veteriner (BBPSIV). Seluruh isolat dipropagasi dalam mencit dan selanjutnya dipurifikasi. Teknik PCR, dengan primer ITS-1, MNC, dan MXC, digunakan untuk identifikasi molekuler, diikuti dengan pengurutan DNA. Dari sembilan sampel, semua menunjukkan hasil positif dengan primer ITS-1 dan MNC, namun hanya tujuh yang positif dengan MXC. Analisis sekuens menunjukkan kemiripan genetik rata-rata 93-94% dengan T. evansi dan T. equiperdum dari berbagai wilayah dunia. Morfologi dan karakteristik biologis isolat Trypanosoma asal Minahasa dan Gowa memiliki morfologi dengan panjang berkisar antara 22-37 µm, kinetoplast DNA subterminal, serta bentuk posterior yang tumpul. Kedua isolat menunjukkan karakteristik biologi yang mirip, termasuk periode prepaten pada hari ke-4 pasca infeksi dan tiga pola parasitemia dengan biotipe 1 memiliki masa infeksi singkat 5-7 hari sementara biotipe 3 berkisar 10-12 hari hingga menyebabkan kematian. Biotipe 2 memiliki dua puncak parasitemia yang diakhiri dengan kematian.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleIdentifikasi Molekuler dan Karakterisasi Trypanosoma dari Subgenus Trypanozoon Asal Banten dan Sulawesiid
dc.title.alternativeMolecular Identification and Characterization of Trypanosoma Subgenus Trypanozoon from Banten and Sulawesiid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordMolecular identificationid
dc.subject.keywordParasitemia patternsid
dc.subject.keywordTrypanosomiasisid
dc.subject.keywordTrypanozoonid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record