| dc.description.abstract | Land rent, atau sewa tanah/lahan secara sederhana dapat didefinisikan sebagai surplus ekonomi yaitu merupakan kelebihan nilai produksi diatas biaya total. Sesuai dengan konsep ekonomi lahan, penggunaan tertinggi dan terbaik adalah keadaan dimana penggunaan lahan tersebut dapat memberikan keuntungan optimum kepada petani. Penelitian ini bertujuan antara lain: (1) membandingkan nilai land rent dari lahan yang dibudidayakan dengan komoditas hortikultur dan padi, (2) menganalisis kelayakan finansial komoditas hortikultur dan padi dan (3) menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai land rent dan produksi pada masing-masing komoditas.
Lokasi penelitian bertempat di Kecamatan Pacet dan Kecamatan Warungkondang. Komoditas utama dari kedua kecamatan tersebut berupa hortikultur yang dibagi menjadi tujuh pola tanam dan padi. Data yang digunakan berupa data primer yaitu wawancara dan kuesioner dari 80 petani responden (40 petani responden padi dan 40 petani responden hortikultur). Analisis data yang digunakan adalah analisis land rent, analisis kelayakan finansial dan analisis regresi berganda.
Dari hasil analisis land rent untuk komoditas hortikultur diperoleh nilai dari kisaran -Rp. 2.992,82 Rp. 17.304,36, sedangkan untuk nilai land rent komoditas padi sebesar Rp 517,23. Hasil analisis kelayakan finansial (IRR, NPV dan BCR) menunjukkan bahwa komoditas padi layak untuk diusahakan sedangkan untuk pola tanam hortikultur menunjukkan bahwa pola tanam II (Pokcoy-Wortel-Bawang daun), IV (Horinso dan Kaelan) dan VII (Wortel-Caisin) layak untuk dikembangkan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai land rent adalah luas tanam, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, pajak, alat, produksi, dan nilai sisa alat. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi adalah luas tanam, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, pajak, alat, sewa traktor, dan upah penanaman bibit. | id |