| dc.description.abstract | Dalam proses produksi industri baja dihasilkan limbah cair primer yang tergolong sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga tidak boleh dibuang langsung ke lingkungan tanpa penanganan terlebih dahulu. Salah satu bahan yang digunakan untuk menangani limbah B3 tersebut adalah UCARSOL CR Solvent 402, suatu pelarut berbasis alkanolamin. Namun, penggunaan-bahan ini masih menghasilkan limbah cair sekunder yang masih tergolong limbah B3 karena masih mengandung 40% alkanolamin.
Penelitian ini bertujuan: (1) mengisolasi konsorsium mikrob dari contoh tanah yang dikoleksi dari Ekosistem Air Hitam, Kalimantan Tengah yang dapat merombak alkanolamin, (2) menyeleksi konsorsium mikrob unggul berdasarkan kapasitasnya dalam merombak alkanolamin dengan pendekatan evolusi amonium, nitrit dan nitrat, serta (3) mengidentifikasi isolat-isolat bakteri dari konsorsium mikrob unggul hasil seleksi... | id |