| dc.description.abstract | Tikus merupakan salah satu hama penting di lahan pertanian dan permukiman. Tikus sangat sulit dikendalikan, karena mempunyai kemampuan berkembangbiak dengan cepat dan daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan. Setiap teknik pengendalian tikus memiliki kekurangan dan kelebihan. Dengan memadukan kemampuan indera pendengaran dan penciuman dapat menjadi dasar tindakan pengendalian yang efektif dan efisien. Penelitian bertujuan untuk mengkaji keefektifan suara yang dihasilkan oleh jangkrik serta bau urin anjing dan kucing sebagai predator, terhadap pengelolaan hama tikus di dalam ruang penyimpanan (gudang). Uji laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Vertebrata Hama, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Uji lapang dilaksanakan di Gudang Bulog Baru, Darmaga, Bogor. Pelaksanaan dimulai dari bulan Mei 2004 sampai April 2005. Uji laboratorium dilakukan dalam dua tahap yaitu pada tingkat kelompok dan individu. Uji ini dilakukan dengan memasukkan tikus sawah (Rattus argentiventer) dan perlakuan ke dalam arena selama seminggu. Uji lapang dilakukan dengan menempatkan perlakuan dan kontrol di gudang selama empat hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, dengan tiga ulangan pada tingkat kelompok dan empat ulangan pada tingkat individu dan uji lanjut dilakukan dengan uji t untuk tingkat konsumsi umpan dan analisis ragam dengan uji Tukey pada a = 0,05 untuk perubahan bobot tikus. Perlakuan suara serangga dan urin predator pada uji laboratorium dapat mempengaruhi perilaku makan tikus. Perlakuan repelen pada tingkat kelompok memberikan pengaruh yang sama terhadap tingkat konsumsi umpan. Perlakuan suara jangkrik memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat konsumsi umpan pada tingkat individu. Penurunan bobot tikus pada tingkat individu jauh lebih besar daripada tingkat kelompok terhadap perlakuan urin anjing, urin kucing, dan suara jangkrik. Tikus yang ditemukan di gudang adalah tikus wirok (Bandicota bengalensis). Perlakuan urin anjing dengan suara jangkrik di gudang dapat mempengaruhi perilaku makan tikus. | id |