Eimeria bovis sebagai penyebab koksidiosis pada sapi penyebarannya dan usaha penanggulangannya
View/ Open
Date
1989Author
Sukardan
Astyawati, Tutuk
Handajani, Rr. Sri Utami
Metadata
Show full item recordAbstract
Skripsi ini disusun berdasarkan studi literatur yang bertujuan untuk mengangkat permasalahan koksidiosis agar lebih mendapat perhatian masyarakat peternak, kare- na penyakit ini dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar.
Koksidiosis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang dapat menimbulkan kerugian berupa hambatan pertumbuhan, pada ternak sapi. penurunan produksi dan kematian
Agen utama koksidiosis sapi adalah Eimeria bovis dan Eimeria zurnii yang merupakan dua spesies paling patogen di antara koksidia yang dapat ditemukan pada sapi.
Kehadiran koksidia infektif sangat dipengaruhi oleh lingkungan, karena agen ini mempunyai siklus hidup kompleks, yang terdiri dari fase endogenus (di dalam tubuh induk semang) dan fase eksogenus (di luar tubuh induk semang). Induk semang yang rentan bagi Eimeria bovis adalah anak anak sapi berumur antara 3 minggu sampai 6 bulan, tetapi kadang-kadang juga menyerang sapi berumur satu tahun, bahkan sapi dewasa, jika infeksi terjadi sangat hebat.
Penularan koksidiosis terjadi melalui ookista yang telah bersporulasi yang kemudian termakan oleh ternak sapi melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi. Untuk dapat bersporulasi, ookista Eimeria bovis membutuhkan temperatur yang cocok, kelembaban dan keberadaan oksigen pada lingkungannya.
Faktor-faktor yang mendukung munculnya wabah koksidiosis ini antara lain: sanitasi kandang dan lingkungan yang buruk, tata laksana pemeliharaan ternak yang salah, dan konstruksi kandang yang kurang baik. Kesemuanya ini dapat menyebabkan akumulasi dan sporulasi ookista dalam jumlah besar, sehingga mudah terjadi penularan…dst
