| dc.description.abstract | Orangutan merupakan satwa endemik Indonesia sangat berpotensi dalam menyebarkan berbagai penyakit. Untuk mencegah kerugian yang lebih besar dari penyakit hewan dan menjamin agar pemanfaatan sumberdaya alam dapat dilakukan secara lestari mendorong masyarakat kedokteran hewan mengembangkan konservasi medis (conservation medicine). Dengan mengamati perilaku dan kondisi kesehatan orangutan sitaan yang telah dilepaskan ke hutan kiranya dapat dipetik pelajaran tentang peran konservasi medis dalam program rehabilitasi dan reintroduksi orangutan.
luruh Penelusuran studi dilakukan di Camp Leakey Taman Nasional Tanjung Puting yang secara historis merupakan pusat rehabilitasi orangutan sejak 1971 dan sampai sekarang dijadikan stasiun lapangan studi ekologi dan perilaku orangutan. Pengambilan data dilakukan secara langsung, wawancara, dan studi pustaka.
me Kegiatan rencana aksi orangutan di Camp Leakey meliputi kegiatan penetapan kawasan konservasi, translokasi, operasi pengamanan terpadu, kerjasama kemitraan, penyuluhan, rehabilitasi, dan reintroduksi, serta pemantauan kesehatan orangutan yang meliputi kegiatan prosedur karantina, deteksi dan kontrol parasit, imunisasi, tes tuberkulin, pemeriksaan fisik, penyusunan diet, dan monitoring kesehatan personal. Kegiatan-kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan utamanya dokter hewan. Peranan dokter hewan dalam strategi konservasi medis di Camp Leakey meliputi (1) kontrol fisiologi, (2) kontrol adaptasi, (3) kontrol mikrobiologi, (4) kontrol kualitas, (5) kontrol reproduksi, (6) kontrol genetik, (7) kontro! behavior, dan. (8) kontrol Animal Welfare. | id |