View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Inaktivasi virus avian influenza (AI) dengan penambahan formalin konsentrasi bertingkat sebagai salah satu cara pembuatan vaksin AI inaktif

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (16.22Mb)
      Date
      2005
      Author
      Mulia, Bongot Huaso
      Murtini, Sri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Direktorat Jendral Kesehatan dan Bina Produksi Ternak (2004) mengemukakan bahwa penanganan virus Avian Influenza dapat ditempuh melalui program vaksinasi dan depopulasi. Vaksin merupakan bahan biologis yang berasal dari mikroorganisme yang dapat merangsang pembentukan kekebalan terhadap penyakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui metode inaktivasi virus Avian Influenza (Al) sebagai salah satu cara pembuatan vaksin Al inaktif. Inaktivasi dilakukan dengan pemaparan virus Al oleh larutan formalin. Konsentrasi formalin yang dipergunakan adalah 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%. Isolat virus Al berasal dari Laboratorium Virologi IPB yang ditumbuhkan pada media telur embrio tertunas (TET) umur 10 hari. Titer virus diuji dengan uji Haemaglutinasi (HA) sebelum dan sesudah inaktivasi, yaitu pada satu jam setelah inaktivasi, setiap hari selama satu minggu, dan setiap minggu selama satu bulan. Keamanan formalin sebagai bahan penginaktif diuji dengan memupuk suspensi virus pada TET. Hasil penelitian menunjukkan suspensi virus dengan sumber cairan alantois maupun embrio memiliki titer awal yang sama yaitu 2 haemaglutination unit (HAU). Inaktivasi selama 1 jam oleh formalin konsentrasi 0,5%, suspensi virus asal cairan alantois mengalami penurunan tertinggi hingga titer virusnya menjadi 2 HAU sedangkan suspensi virus asal embrio titer virusnya menjadi 2 HAU. Penurunan titer virus seiring dengan besarnya konsentrasi formalin yang ditambahkan. Sumber virus suspensi embrio memiliki waktu penyimpanan yang lebih lama dilihat dari penurunan titer virus yang lebih perlahan. Pembiakan virus yang diinaktivasi dengan formalin pada semua konsentrasi ditelur ayam berembrio menunjukan bahwa virus yang telah diinaktivasi tidak tumbuh pada pupukan tersebut. Hal ini menunjukan bahwa virus telah mati akibat pemaparan formalin.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135877
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2186]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository