Inaktivasi virus avian influenza (AI) dengan penambahan formalin konsentrasi bertingkat sebagai salah satu cara pembuatan vaksin AI inaktif
Abstract
Direktorat Jendral Kesehatan dan Bina Produksi Ternak (2004) mengemukakan bahwa penanganan virus Avian Influenza dapat ditempuh melalui program vaksinasi dan depopulasi. Vaksin merupakan bahan biologis yang berasal dari mikroorganisme yang dapat merangsang pembentukan kekebalan terhadap penyakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui metode inaktivasi virus Avian Influenza (Al) sebagai salah satu cara pembuatan vaksin Al inaktif. Inaktivasi dilakukan dengan pemaparan virus Al oleh larutan formalin.
Konsentrasi formalin yang dipergunakan adalah 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%.
Isolat virus Al berasal dari Laboratorium Virologi IPB yang ditumbuhkan pada media
telur embrio tertunas (TET) umur 10 hari. Titer virus diuji dengan uji Haemaglutinasi
(HA) sebelum dan sesudah inaktivasi, yaitu pada satu jam setelah inaktivasi, setiap
hari selama satu minggu, dan setiap minggu selama satu bulan. Keamanan formalin
sebagai bahan penginaktif diuji dengan memupuk suspensi virus pada TET. Hasil
penelitian menunjukkan suspensi virus dengan sumber cairan alantois maupun
embrio memiliki titer awal yang sama yaitu 2 haemaglutination unit (HAU).
Inaktivasi selama 1 jam oleh formalin konsentrasi 0,5%, suspensi virus asal cairan
alantois mengalami penurunan tertinggi hingga titer virusnya menjadi 2 HAU
sedangkan suspensi virus asal embrio titer virusnya menjadi 2 HAU. Penurunan titer
virus seiring dengan besarnya konsentrasi formalin yang ditambahkan. Sumber virus
suspensi embrio memiliki waktu penyimpanan yang lebih lama dilihat dari penurunan
titer virus yang lebih perlahan. Pembiakan virus yang diinaktivasi dengan formalin
pada semua konsentrasi ditelur ayam berembrio menunjukan bahwa virus yang telah
diinaktivasi tidak tumbuh pada pupukan tersebut. Hal ini menunjukan bahwa virus
telah mati akibat pemaparan formalin.
