| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai nutrisi lima jenis hijauan leguminosa pohon untuk monogas-trik dan ruminansia. Kelima leguminosa tersebut, adalah : Calliandra calothyrsus, Meissn., Erythrina lithosperma, Miq., Gliricidia maculata, H. B. K., Leucaena leucocephala, (Lam.) de Wit dan Sesbania grandiflora, Pers.
Untuk evaluasi nutrisi beberapa tepung daun legumino-sa pada monogastrik digunakan 84 ekor tikus putih (Rattus norvigicus albinus) strain Lembaga Makanan Rakyat (LMR) Unit Gizi Diponegoro Jakarta, berjenis kelamin jantan pada umur pasca sapih. Disain yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 21 perlakuan dan empat kelompok. Perlakuannya adalah tingkat substitusi bungkil kedele dalam ransum kontrol dengan masing-masing tepung daun leguminosa, yaitu : 25, 50, 75 dan 100 persen; sedangkan kelompok berdasarkan berat badan awal tikus.
Kecernaan hijauan leguminosa di dalam rumen dan pasca rumen diduga dengan penelitian in vitro. Disain yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan Adalah tingkat suplemen rumput lapangan dengan masing-masing tepung hijauan leguminosa, yaitu: 15, 30, 45 dan 60 per-sen. Kelompok adalah tiga ekor domba jantan dewasa sebagai sumber cairan rumen.
dilaksa-Evaluasi hijauan leguminosa secara in vivo nakan dengan menggunakan lima ekor domba Ekor Gemuk. Disain yang digunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (5x5). Lima macam ransum yang digunakan terdiri dari rumput lapangan bersuplemenkan masing-masing leguminosa untuk mencapai tingkat protein 10 persen.
Hasil percobaan pada tikus putih menunjukkan bahwa pada tingkat pemberian 5.75 persen dari total ransum, calliandra dan erythrina mempunyai peluang yang sama dengan leucaena sebagai sumber protein dan menghasilkan penampilan yang sama dengan ransum yang menggunakan bungkil kedele. Selain kualitas proteinnya yang rendah, beberapa zat anti nutrisi pada sesbania (saponin) dan gliricidia (kemungkinan coumarin) juga menyebabkan rendahnya penampilan kedua leguminosa tersebut.
Uji ketahanan protein terhadap degradasi oleh mikroba rumen masing-masing ransum leguminosa menghasilkan urutan dari yang paling tahan, adalah: calliandra (100.00 persen), leucaena (109.77 persen), erythrina (151.97 persen), sesbania (191.75 persen) dan gliricidia (202.82 persen).
Manfaat hijauan leguminosa sebagai suplemen rumput lapangan, terinci dari yang paling tinggi, adalah : gliricidia, erythrina, leucaena/sesbania dan calliandra. … | |