| dc.description.abstract | Selama ini pemanfaatan hutan lebih ditekankan pada manfaat tangible, sedangkan manfaat intangible dari hutan kurang mendapat perhatian karena kesulitan untuk melakukan penilaian atas manfaat dan biayanya. Akibatnya investasi dalam pembangunan kehutanan lebih terarah pada pengusahaan hutan yang bersifat pemanfaatan hasil tangible. Untuk itu para ahli ekonomi sumber daya alam berusaha mengembangkan suatu metode untuk menduga nilai ekonomi kuantitatif dari manfaat intangible tersebut. Salah satu manfaat intangi- ble yang perlu diperhatikan adalah rekreasi alam hutan. Maruh karys mp sebagian atau selu in tanpa mencantumko mikan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Discounted Cash Flow Analysis dan Sensitivity Analysis, dengan menghitung kriteria investasi yang meliputi NPV, BCR, dan IRR. Suatu pengeloloaan dianggap layak dan me- nguntungkan apabila NPV > 0, BCR > 1 dan IRR > suku bunga yang berlaku. mengetutkan s dan
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat ke- layakan pengelolaan Taman Hutan Wisata Plawangan Turgo Kа- liurang dan memberikan beberapa alternatif pengembangan fasilitas yang didasarkan pada trend kenaikan jumlah pe- ngunjung dan berbagai tingkat tarif karcis.
Penelitian ini dilakukan di Taman Hutan Wisata Pla- wangan Turgo Kaliurang, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta pada obyek wisata Telaga Muncar, Telaga Nirmolo dan Kali Kuning...dst | id |