Show simple item record

dc.contributor.advisorManan, Mohamad Effendy
dc.contributor.advisorHidayati, Rini
dc.contributor.authorRajab, Muchamad Anwar
dc.date.accessioned2024-01-23T01:19:09Z
dc.date.available2024-01-23T01:19:09Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135582
dc.description.abstractBawang merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang cukup penting karena kegunaannya. Hasil bawang merah di Indonesia (4.7 ton/ha) masih tergolong rendah dibanding potensi hasil bawang merah yang dapat mencapai 8 ton/ha. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan faktor-faktor yang memperngaruhi pertumbuhan. perkembangan dan produksi bawang merah yaitu faktor iklim. Perhitungan neraca air merupakan salah satu langkah untuk mengetahui sifat-sifat iklim suatu wilayah. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan neraca air Kabupaten Brebes yang selanjutnya diarahkan untuk pengembangan tanaman bawang merah. Menurut Klasifikasi Iklim Koppen daerah Kabupaten Brebes termasuk ke dalam klas iklim Aw, yaitu iklim hujan tropik. Menurut Klasifikasi Iklim Oldeman musim kemarau jatuh pada Bulan Juni sampai Bulan Oktober. Musim hujan mulai Bulan Desember sampai dengan Bulan Februari. Curah hujan rata-rata mingguan maksimum terjadi pada minggu ke-5 sebesar 118 mm. Curah hujan minimum terjadi pada minggu ke 29 sebesar 4 mm. Periode surplus terjadi pada minggu 45 s/d 52 dan minggu 1 s/d 25 sebesar 1607 mm. Periode defisit terjadi pada minggu 26 s/d +2 sebesar 162 mm. Curah hujan dengan peluang 75% maksimum terjadi pada minggu ke-2 sebesar 40 mm. Curah hujan minimum terjadi pada minggu ke 26 s/d minggu ke 40 sebesar 0 mm. Periode surplus terjadi pada minggu 48 s/d 52 dan minggu 1 s/d 16 sebesar 429 mm. Periode defisit terjadi pada minggu 18 s/d 47 sebesar 516 mm. Curah hujan maksimum dengan peluang 50% terjadi pada minggu ke-2 sebesar 118 mm. Curah hujan minimum terjadi pada minggu ke 31-35, 37, 40 dan 41 sebesar 0 mm. Periode surplus terjadi pada minggu 47 s/d 52 dan minggu 1 s/d 16 sebesar 1071 mm. Periode defisit terjadi pada minggu 17 s/d 45 sebesar 326 mm. Musim tanam bawang merah secara tradisional di Kabupaten Brebes secara singkat dapat dituliskan: Padi, Bawng merah yang ditumpangsarikan dengan cabai merah, padi. Berdasarkan neraca air, musim tanam yang dapat disarankan Padi, bawang merah, bawang merah yang ditumpangsarikan dengan cabai merah, Padi. Berdasarkan neraca air dengan curah hujan rata-rata mingguan penyiraman dapat dilakukan mulai minggu ke 27 s/d 45 dengan besar penyiraman antara 7000 - 217.000 Liter/ha/minggu. Neraca air dengan peluang curah hujan 50% penyiraman dapat dilakukan mulai minggu ke 22 s/d 47 dengan besar penyiraman antara 17.000 s/d 217.000 Liter/ha/minggu. Neraca air dengan peluang hujan 75% penyiraman dapat dilakukan mulai minggu ke 18 s/d mingggu ke 49 dengan besar penyiraman antara 17.000 s/d 217.000 Liter/ha/minggu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPhysicsid
dc.subject.ddconionsid
dc.titleNeraca air tanaman bawang merah di daerah Brebesid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record