Show simple item record

dc.contributor.advisorHardjosworo, Soehardjo
dc.contributor.authorPanggabean, Tiomindo Rentauli
dc.date.accessioned2024-01-22T07:19:00Z
dc.date.available2024-01-22T07:19:00Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135525
dc.description.abstractBluetongue (BT) adalah penyakit yang akut nonkontagiosa pada ternak yang disebabkan oleh virus Orbi. Penularan horizontal ke hewan rentan dilakukan melalui vektor arthropoda Culicoides sp, penularan secara vertikal terja di melalui induk yang terinfeksi kepada anaknya. Nama Bluetongue pertama kali diperkenalkan oleh Theiler pada tahun 1902, sewaktu kejadian epidemik di Afrika Selatan, sedang penyakit semacam BT telah dikenal jauh sве belumnya, yaitu pada tahun 1876. Transportasi dan mobilitas ternak yang tinggi, memudahkan penyebaran penyakit BT ke negara lainnya seperti: Israel, Cyprus, Amerika, Aus- tralia, Mexico dan bahkan pada tahun 1981 penyakit BT telah ditemukan di Indonesia, tepatnya di daerah Caringin, Bogor. Hewan rentan adalah ruminansia besar dan kecil, dengan kerentanan yang berbeda-beda pada masing-masing spesies. Domba diketahui sebagai hewan yang paling peka terhadap BT, sedang sapi diduga sebagai reservoir. Masing-masing jenis dombapun mempunyai kerentanan yang berbeda dan umumnya BT menyerang domba diatas usia 1 tahun. Masa inku basi BT diperkirakan selama 7 hari dengan variasi mulai 3 hari sampai 10 hari. Sesuai dengan siklus hidup Culicoides sp, BT lebih banyak muncul pada awal musim hujan atau akhir musim panas. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBluetongueid
dc.titleBluetongueid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record