Mempelajari sampai seberapa jauh kekebalan yang ditimbulak oleh beberapa macam vaksin fowl cholera dan cara aplikasinya
Abstract
Fowl cholera adalah penyakit infeksius yang menyerang segala jenis unggas, terutama kalkun dan ayam dewasa, disebabkan oleh Pasteurella multocida, bersifat akut dengan morbiditas dan mortalites yang tinggi.
Berdasarkan kekuatannya dalam menimbulkan penyakit, maka dikenal Pasteurella multocida galur virulen dan galur avirulen.
Dalam usaha pencegahan terhadap penyakit fowl cholera terdapat banyak cara aplikasi vaksin yang dapat digunakan, tetapi yang lebih menonjol adalah melalui air minum, aerosol, subkutan, dan lipat sayap.
Ada 2 macam vaksin fowl cholera, yaitu: vaksin aktif (live vaccine) dan vaksin inaktif (killed vaccine).
Dalam tulisan ini dibahas tentang kekebalan yang ditimbulkan oleh beberapa macam vaksin fowl cholera dan cara aplikasinya. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa orang ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya antibodi lokal dan sistemik tergantung pada cara aplikasi dan tipe kekebalan tergantung pada macam vaksin yang diberikan. Vaksinasi melalui air minum, intranssal, dan aerosol menghasilkan kekebalan sistemik
dan lokal, sedangkan vaksinasi secara parenteral menghasilkan kekebalan sistemik saja. Vaksin aktif menghasilkan kekebalan heterolog, sedang vaksin inaktif menghasilkan kekebalan homolog.
