| dc.description.abstract | Ruang terbuka hijau seringkali tidak sesuai dengan fungsi yang seharusnya
dimilikinya. Dalam beberapa tahun terakhir, DKI Jakarta terus melakukan
konstruksi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ruang terbuka hijau di DKI Jakarta
menyebar di tengah atapun pinggiran kota. Kenyataannya, luas area yang
dialokasikan untuk ruang terbuka hijau belum memenuhi persyaratan minimum
wajib sebesar 30%. Pembuatan ruang terbuka hijau yang dirancang dengan baik
sangat penting untuk menyediakan fasilitas penting bagi masyarakat. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan thermal, menganalisis
persepsi kenyamanan masyarakat, menganalisis persepsi keamanan, dan
memberi rekomendasi agar RTH secara optimal menjadi infrastruktur amenity
pada tiga taman di DKI Jakarta. Hasil penelitian di lapangan menunjukan nilai
rata-rata Thermal Humidity Index (THI) sebesar 23,64 menunjukkan kondisi
yang nyaman atau di bawah THI 27. Berdasarkan hasil kuesioner persepsi
kenyamanan pengunjung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada 3 taman di
Jakarta Pusat menunjukkan skor kenyamanan yang cukup, yaitu 3.6 dari 5.
Diperlukan peningkatan kualitas fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan
pengunjung. Hasil kuesioner tentang persepsi keamanan dari 3 taman di Jakarta
pusat menunjukkan lingkungan yang cukup aman, dengan skor keseluruhan
sebesar 3.6 dari 5. Peningkatkan fasilitas keamanan dan personel perlu dilakukan
guna lebih meningkatkan rasa aman bagi pengunjung taman. Penelitian ini
menekankan pentingnya mengoptimalkan dan memperluas ruang terbuka hijau
di DKI Jakarta, tidak hanya untuk kenyamanan termal tetapi juga untuk
keamanan dan kebutuhan rekreasi secara keseluruhan bagi penduduk
perkotaannya. | id |