Show simple item record

dc.contributor.advisorBudi, Sri Wilarso
dc.contributor.advisorTurjaman, Maman
dc.contributor.authorPurwanti, Sabti Indah
dc.date.accessioned2024-01-22T03:50:58Z
dc.date.available2024-01-22T03:50:58Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135444
dc.description.abstractPenelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) dengan pola rancangan acak lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor FMA sebagai petak utama terdiri dari tiga taraf, arang sebagai anak petak terdiri dari tiga taraf dengan lima kali ulangan pada masing-masing perlakuan. Parameter pertumbuhan semai yang diamati selama duabelas minggu setelah tanam yaitu tinggi, diameter, berat kering akar dan pucuk, nisbah pucuk akar, indeks mutu bibit dan kolonisasi akar. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Hutan dan rumah kaca Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi Gunung Batu Bogor. Hasil penelitian menunjukkan interaksi FMA dan arang terbaik pada semai C. calothyrsus dan C. tetragona terdapat pada perlakuan A2M2 (Gigaspora sp. + arang 20%). Semai C. calothyrsus memiliki peningkatan tinggi, diameter dan berat kering pucuk sebesar 397,07%; 107,03% dan 303,82% terhadap kontrol. Semai C. tetragona memiliki peningkatan berat kering akar dan berat kering pucuk sebesar 258,51% dan 340,17% terhadap kontrol dan memiliki IMB sebesar 0,08. Inokulasi Gigaspora sp. memberikan respon lebih baik dibandingkan dengan Glomus sp. pada kedua jenis semai. Semai C. calothyrsus memiliki peningkatan berat kering akar sebesar 156,35% terhadap kontrol dan memiliki IMB sebesar 0,06. Semai C. tetragona memiliki peningkatan tinggi, diameter dan NPA sebesar 93,48%; 44,19% dan 38,20% terhadap kontrol. Pemberian arang terbaik pada kedua semai terdapat pada taraf arang 10%. Semai C. calothyrsus memiliki IMB sebesar 0,06. Semai C. tetragona memiliki peningkatan tinggi dan diameter sebesar 59,67% dan 68,66% terhadap kontrol. Pemberian arang memberikan efek yang positif pada perkembangan FMA tetapi tidak berbeda nyata dengan tanpa pemberian arang. Kata kunci: arang tempurung kelapa, Calliandra callothyrsus, Calliandra tetragona, fungi mikoriza arbuskula (FMA), pertumbuhanid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestryid
dc.subject.ddcSilvicultureid
dc.subject.ddcBogorid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titleRespon pertumbuhan Calliandra calothyrsus Meissn. dan Calliandra tetragona Benth. terhadap pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula dan arang tempurung kelapaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordCoconut shells charcoalid
dc.subject.keywordCalliandra calothyrsusid
dc.subject.keywordCalliandra tetragonaid
dc.subject.keywordArbuscular mycorrhizae fungi (AMF)id
dc.subject.keywordGrowthid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record