| dc.description.abstract | Penjarangan hutan merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan yang bertujuan memberikan ruang tumbuh yang optimal bagi tegakan terpilih. Tebangan penjarangan hutan berpotensi menghasilkan kayu sisa yang berasal dari kegiatan penebangan, pemotongan cabang dan ranting, serta kegiatan pembagian batang. Publikasi dan informasi tentang potensi kayu sisa dari kegiatan penjarangan masih sedikit, sehingga penelitian ini menitikberatkan pada penggalian informasi mengenai potensi dan bentuk kayu sisa dari kegiatan penjarangan serta pemanfaatan yang lebih baik kedepanya.
Metode kuantifikasi kayu sisa penjarangan jati menggunakan metode pohon penuh (whole tree method) dimana sortimen kayu bulat yang dihasilkan dihitung dimensinya. Batasan sortimen kayu bulat yang digunakan adalah tunggak, batang utama, batang atas, cabang dan ranting, serta sortimen kecil. Selanjutnya, sortimen yang dihasilkan diklasifikasikan sesuai SNI 7535. 3-2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pemanfaatan penjarangan Jati
KU VI sebesar 85,46% dan faktor residu sebesar 14,54%. Sortimen kayu bulat
yang dimanfaatkan oleh Perum Perhutani adalah batang utama, batang atas, dan
cabang dengan diameter lebih dari 10 cm. Sortimen dari bagian batang utama
merupakan sortimen yang paling banyak dimanfaatkan. Sortimen kayu sisa dari
kegiatan penjarangan, yaitu tunggak, potongan pendek, dan sortimen kecil.
Sortimen kecil berupa cabang dan ranting dengan diameter kurang dari 10 cm
merupakan kayu sisa yang paling banyak.
Kata Kunci: Penjarangan, jati, kelas umur, kayu sisa | id |