Show simple item record

dc.contributor.advisorAchjadi, R.Kurnia
dc.contributor.authorYenny, Sri
dc.date.accessioned2024-01-22T01:21:58Z
dc.date.available2024-01-22T01:21:58Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135351
dc.description.abstractKebuntingan adalah suatu proses fisiologis yang kompleks dan sensitif terhadap berbagai gangguan selama kelangsungan- nya. Gangguan-gangguan tersebut dapat terjadi pada setiap fase kebuntingan dan dapat menggagalkan terpeliharanya ke- buntingan dalam bentuk mortalitas embrio dan fetus, terja- dinya aborsi maupun mumifikasi. Fase embrio merupakan fa- se kebuntingan yang paling kritis, dimana sebagian besar kegagalan reproduksi terjadi pada fase ini. Dalam fase ter- sebut terjadi pembentukan sistem-sistem organ tubuh, per- tumbuhan membran embrio serta implantasi pada uterus. Banyak faktor dapat menjadi sebab kegagalan proses ke- buntingan, namun pada dasarnya faktor-faktor tersebut da- pat dikelompokkan atas faktor-faktor genetis dan faktor- faktor lingkungan. Faktor-faktor genetis berkaitan dengan inbreeding, bentuk kromosom yang abnormal, adanya mutasi selama gametogenesis, gen-gen lethal yang diwariskan induk- nya dan keadaan kembar unicornual. Sedangkan faktor-faktor lingkungan yang bersifat tidak infeksius meliputi nutrisi, senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan yang dimakan ternak, gangguan hormonal, umur dan faktor-faktor fisik. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKegagalan memelihara bebuntingan sebagai salah satu bentuk manifestasi gangguan proses reproduksi pada sapiid
dc.titleKegagalan memelihara bebuntingan sebagai salah satu bentuk manifestasi gangguan proses reproduksi pada sapiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record