Show simple item record

dc.contributor.advisorNabib, Rachmat
dc.contributor.authorNono, Cornelis
dc.date.accessioned2024-01-19T08:04:57Z
dc.date.available2024-01-19T08:04:57Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135304
dc.description.abstractPertumbuhan dan perkembangan normal seekor hewan memerlukan kelengkapan unsur-unsur gizi karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral; serta kelancaran metabolisme dari unsur- unsur gizi tersebut di dalam tubuh. Kelancaran metabolisme dicabai berkat adanya enzim-enzim sebagai biokatalisator. Kerja enzim melibatkan beberapa vitamin termasuk vitamin E. Istilah vitamin E merupakan senyawa tocopherol yang mempunyai sifat-sifat biologi biasa. Ada 7 tocopherol yang terdapat secara alamiah, tetapi hanya satu yang mempunyai aktivitas biologi yang penting untuk unggas, yaitu alpha-tocopherol ( Technical Reviews and Summaries Agricultural Research Council London, 1975). Scott, Nesheim dan Young (1982) mengutip bahwa vitamin E ditemukan tahun 1922 oleh Evans dan Bishop sebagai suatu faktor dalam minyak tanaman yang dapat larut dalam lemak, dibutuhkan untuk reproduksi normal hewan tikus. Dikutip pula oleh Scott et al (1982) bahwa vitamin E telah berhasil diisolasi sebagai alpha-tocopherol oleh Evans, Emerson dan Emerson pada tahun 1936. Nama tocopherol diambil dari bahasa Yunani, tocos berarti "keturunan" dan pherein berarti "melahirkan"/"menunjang"; ditambah ol yang menunjukkan gugus alkohol cincin benzena. Awalan alpha, beta, gamma dan lain-lain digunakan untuk menunjukkan corak bentuk tocopherol (Scott et al, 1982).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh definisi vitamin E pada unggasid
dc.titlePengaruh definisi vitamin E pada unggasid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record