Show simple item record

dc.contributor.advisorBaga, Lukman Mohammad
dc.contributor.advisorTinaprilla, Netti
dc.contributor.authorSyuja' Hakim, Muhammad Alief
dc.date.accessioned2024-01-17T07:05:18Z
dc.date.available2024-01-17T07:05:18Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135040
dc.description.abstractPertumbuhan penduduk global dan Indonesia menimbulkan masalah pemenuhan pangan. Hidroponik adalah solusi atas masalah tersebut di tengah krisis iklim dan menurunnya luas lahan pertanian. Tren hidroponik meningkat di Indonesia seiring dengan perkembangan dan keterbukaan teknologi informasi, walaupun hidroponik membutuhkan keahlian khusus. Permintaan pelatihan dimanfaatkan oleh unit usaha pelatihan hidroponik di Bogor, namun masih terbatas pertemuan tatap muka. Pertemuan tatap muka tidak dapat dilakukan selama masa pandemi Covid-19. Keadaan ini memerlukan solusi berupa model bisnis alternatif untuk menjawab tantangan pembatasan pergerakan sosial saat pandemi, dan menggunakan peluang yang ada dari adaptasi internet di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk 1) memetakan model bisnis awal usaha pelatihan hidroponik di kota Bogor. 2) menganalisa kekuatan dan kelemahan dalam model bisnis usaha pelatihan hidroponik di kota Bogor dalam menghadapi lingkungan bisnis selama masa pandemi Covid-19. 3) merumuskan model bisnis alternatif untuk usaha pelatihan hidroponik di kota Bogor. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2021 hingga Oktober 2023, dengan melakukan wawancara, FGD, dengan pihak internal jasa pelatihan hidroponik, dan survei analisis CRI dengan model AISAS untuk survei pelanggan. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif menggunakan software Nvivo 12 untuk data wawancara yang diinterpretasikan dalam bentuk Business Model Canvas (BMC), dan deskriptif kuantitatif menggunakan customer response index (CRI) dengan adaptasi model AISAS untuk analisis lingkungan usaha. Setelah itu dilakukan analisis SWOT pada masing – masing elemen BMC diperkaya dengan hasil analisis CRI. Hasil dari analisis SWOT berupa strategi alternatif diadaptasikan ke BMC prototype dengan adaptasi Blue Ocean Strategy (BOS) yang menerapkan kerangka kerja empat langkah. Berdasarkan hasil penelitian, pemetaan BMC menunjukkan adaptasi bisnis digital masih terbatas dalam saluran pemasaran dan pelatihan tatap muka masih dominan. Potensi pendapatan dibatasi oleh terbatasnya layanan yang disediakan, dan metode pelatihan yang masih tatap muka. Analisis SWOT mengidentifikasi isu strategis seperti ketergantungan pada produk pelatihan, peluang diversifikasi layanan, dan risiko oportunistik mitra bisnis. Hasil penelitian adalah dua model bisnis alternatif prototype BMC yang menjadi rekomendasi bagi unit usaha pelatihan dalam menjalankan bisnis pada periode selanjutnya. Alternatif prototype BMC yang pertama menekankan diversifikasi layanan untuk memperkaya layanan jasa yang telah disediakan unit usaha pelatihan hidroponik dan menambah arus kas pemasukan. Alternatif prototype BMC yang kedua adalah spesialis pelatihan hidroponik, dengan variasi layanan yang menjangkau dan melayani peserta secara tatap muka maupun daring.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengembangan Model Bisnis Usaha Pelatihan Hidroponik di kota Bogorid
dc.title.alternativeBusiness Model Development of the Hydroponic Training Business in Bogor Cityid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordBlue Ocean Strategyid
dc.subject.keywordBusiness Model Canvasid
dc.subject.keywordDevelopment Strategyid
dc.subject.keywordHydroponicsid
dc.subject.keywordSWOT Analysisid
dc.subject.keywordTrainingid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record