| dc.description.abstract | Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia, oleh karenanya penyediaan pangan yang memadai merupakan kewajiban negara. Komoditas pangan strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah salah satunya adalah komoditas beras. Beras merupakan komoditas penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Penggilingan padi merupakan salah satu tahapan pasca panen padi yang terdiri dari rangkaian proses untuk mengolah gabah menjadi beras konsumsi. Proses penggilingan padi yang baik akan menghasilkan beras dengan mutu yang baik dan rendemen yang tinggi. Penggilingan padi di Indonesia sudah tidak memadai lagi yaitu 32% berumur lebih dari 15 tahun. Provinsi Banten terdapat 6.716 unit penggilingan padi, 96.07% berskala kecil dan 3.69% beskala menengah, besar dan terpadu. Provinsi Banten membentuk BUMD yaitu PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) yang bergerak dibidang argibisnis. PT ABM bermitra dengan 3 penggilingan padi. Kendala/risiko pada kerjasama penggilingan padi sangat bervariatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko penggilingan padi mitra PT ABM, menganalisis penilaian risiko penggilingan padi mitra PT ABM dan merumuskan alternatif dalam memilih mitra penggilingan padi PT ABM berdasrkan manajemen risiko.
Penelitian ini melibatkan responden pemilik penggilingan padi berjumlah 3 orang responden yang berada di wilayah Kecamatan Pontang, Kecamatan Tanara dan Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang serta pihak manajemen PT ABM berjumlah 7 orang selaku reposnden pakar mulai dari jabatan asisten manager, manager, senior manager dan direktur. Identifikasi risiko dan analisis penilaian risiko penggilingan padi mitra PT ABM. Identifikasi risiko digambarkan secara deskriptif., dilanjutkan dengan analisis penilaian risiko dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Rumusan alternatif pemilihan mitra penggilingan padi berdasarkan manajemen risiko menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Hasil penelitian teridentifikasi 20 risiko, yang berasal dari subkategori risiko pasokan bahan baku 4 risiko, risiko proses produksi 8 risiko, risiko pasar 4 risiko dan risiko etika mitra 4 risiko. Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa risiko yang diprioritaskan untuk dimitigasi yaitu rendahnya rendemen, tidak tercapainya standar kualitas beras sesuai (Permentan nomor 31 tahun 2017) dan jumlah pasokan tidak memenuhi kapasitas penggilingan. Hasil analisis AHP tujuan prioritas untuk meningkatkan pendapatan perusahaan mendapatkan nilai tertinggi (0.642) dibandingkan dengan tujuan lainnya. Untuk kriteria pengambilan keputusan, kriteria yang paling tinggi adalah pengendalian etika mitra (0.441) dibandingkan kriteria-kriteria lainnya. Hasil AHP ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi pihak manajemen dalam bekerjasama memberikan modal kerja kepada penggilingan padi berdasarkan prioritas pertama yaitu Dua Putra Jaya (0.556), Alim Putra Tani (0.307) dan terakhir Sri Padi (0.135). | id |