| dc.description.abstract | Air asam tambang muncul pada kegiatan penambangan terbuka batu bara sebagai polutan bagi lingkungan. Sistem lahan basah buatan merupakan salah satu cara memperbaiki kualitas air sebelum dialirkan menuju sistem jaringan sungai. Penentuan kesesuaian lokasi sistem lahan basah buatan menggunakan metode pembobotan dari enam parameter yaitu elevasi, kemiringan lahan, penggunaan lahan, posisi sub daerah tangkapan air, jarak dari saluran/kanal, dan jarak dari kolam pemantauan. Sedangkan kebutuhan luas sistem lahan basah buatan ditentukan oleh perhitungan debit limpasan dari data curah hujan. Hasil analisis menyatakan kelas sesuai (kelas 4) dan sangat sesuai (kelas 5) seluas masing-masing 43,96 ha (47,93%) dan 9,20 ha (10,03%). Besarnya debit limpasan adalah 0,41 m3
dtk-1, dengan ketinggian genangan setinggi 0,6 m, kebutuhan panjang dan lebar sistem lahan basah buatan masing-masing adalah 171,99 m dan lebar 115,97 m, menghasilkan angka kebutuhan luas sebesar 1,98 ha. Hasil penelitian diharapkan menjadi informasi awal perancangan sistem lahan basah buatan yang diintegrasikan dengan rencana dan kondisi terkini area tambang oleh perusahaan. | id |