Show simple item record

dc.contributor.advisorPartodiharjo, Soebadi
dc.contributor.advisorPurwantara, Bambang
dc.contributor.authorSuharpriyanto R.
dc.date.accessioned2024-01-10T03:50:07Z
dc.date.available2024-01-10T03:50:07Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134360
dc.description.abstractBerdasarkan khromatin seks, tipe jaringan gonad, struktur ekstra genital dan tingkah laku seksual dari individu maka interseks dapat diklasifikasikan menjadi empat yaitu: 1. Freemartin. 2. Hermaprodit sejati (true hermaphrodite). 3. Hermaprodit semu (pseudohermaphrodite). 4. Bentuk tingkah laku. Dalam skripsi ini akan dibahas hanya kejadian-kejadian freemartin pada sapi dan teori yang melatarbelakangi kejadiannya. Diferensiasi seksual dan perkembangan selanjutnya ter- gantung pada fungsi dan jenis kelamin gonad, sedangkan perkembangan gonad sendiri tergantung pada genetik seks individu. Diferensiasi gonad berkembang baik pada embrio berumur 45 hari. Dengan perkembangan gonad tersebut maka saluran Müller dan Saluran Wolff akan berkembang sesuai dengan jenis kelamin. Pada umumnya identitas embrio betina lebih lambat terbentuk daripada identitas embrio jantan. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcFreemartin pada sapi dan teori yang melatarbelakingi kejadiannyaid
dc.titleFreemartin pada sapi dan teori yang melatarbelakingi kejadiannyaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record