Show simple item record

dc.contributor.advisorWahyudi, Imam
dc.contributor.authorSuhendar, Otam
dc.date.accessioned2024-01-09T03:23:33Z
dc.date.available2024-01-09T03:23:33Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134205
dc.description.abstractPohon merupakan organisme yang kompleks. Hal ini tercermin dari keragaman sifat dan kualitas kayu yang dihasilkan dalam satu batang pohon yang sama. Adanya keragaman sifat (dan kualitas) disamping akan mempengaruhi kegunaan kayu, juga akan memberikan nilai tambah bagi produk yang akan dihasilkan. Agar dapat memperoleh nilai tambah tersebut, maka variasi sifat-sifat kayu yang ada perlu diketahui dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi arah vertikal (ketinggian) dan variasi arah horizontal (kedalaman) dari dimensi serat, nilai turunan dimensi serat, dan beberapa sifat fisis kayu karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) dalam rangka pemanfaatan kayu karet secara lebih efisien. Kayu yang diteliti adalah kayu yang berasal dari pohon-pohon tua, hasil suatu perkebunan karet di daerah Cigudeng, Bogor. Kayu karet yang digunakan terdiri dari 2 pohon dengan umur 13 tahun, 2 pohon dengan umur 15 tahun, dan 2 pohon dengan umur 17 tahun. Prosedur penelitian ini adalah sebagai berikut: setelah pohon di tebang, kemudian dari setiap batang pohon contoh diambil unit sampel yang mewakili variasi arah ketinggian (pangkal, tengah, dan ujung), dan variasi arah kedalaman dalam batang (gubal, peralihan gubal ke teras, dan teras). Masing- masingnya sepanjang 100 cm. Analisis yang digunakan dalam pengujian sifat fisis disesuaikan dengan Standar ASTM D 143-1994, sedangkan untuk analisis dimensi serat dan nilai turunannya mengikuti prosedur standar Forest Products Laboratory (FPL). Data dianalisis menggunakan rancangan split- split plot dalam percobaan faktorial 3 X 3 X 3 dengan 10 ulangan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kadar air kondisi basah (KA-B) dipengaruhi oleh umur, arah kedalaman, arah ketinggian, kombinasi umur dan ketinggian, serta kombinasi umur dan kedalaman dalam batang. KA-B tertinggi (87,22%) terdapat pada kayu gubal di bagian pangkal batang dari pohon yang berumur 17 tahun, sedang KA-B terendah (63,63%) pada bagian peralihan dari gubal ke teras di bagian tengah batang pada pohon yang berumur 15 tahun. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestry productsid
dc.subject.ddcWood strengthid
dc.titleAnalisis dimensi serat dan sifat fisis kayu karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) pada beberapa macam umurid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record