| dc.description.abstract | Sulfur merupakan unsur esensial bagi tanaman dan hewan yang berperan penting dalam penyusunan protein. Selain peranannya yang besar, kandungan sulfur yang tinggi dalam suatu sistem dapat berdampak negatif pada lingkungan. Walaupun unsur ini penting dan menyangkut banyak aspek kehidupan, tetapi pengukurannya sulit dilakukan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan uji verifikasi pengukuran sulfat dengan HPLC dan CHNS - Elemental Autoanalyzer dari berbagai larutan contoh kemudian dibandingkan dengan metode turbidimetri.
Dalam penelitian ini digunakan beberapa sumber yaitu air genangan tanah sulfat masam, air limbah rumah tangga, air sumur, larutan ekstrak tanah dan hasil destruksi tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran standar sulfat dengan turbidimetri pada konsentrasi sulfat 0-50 ppm mempunyai korelasi yang sangat rendah (R=0.7292), karena untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat diperlukan pengalaman dan keterampilan. Pengujian standar sulfat (K2SO4) dengan HPLC pada konsentrasi sulfat 0-2000 ppm menunjukkan korelasi yang sangat tinggi (R=0.9999).
Korelasi hasil pengukuran sulfat dengan metode turbidimetri dan HPLC dari 51 contoh yang diuji sebesar 0.9890. Apabila dilihat pada setiap kisaran konsentrasi hasil pengukuran sulfat ternyata korelasinya bervariasi. Korelasi hasil pengukuran sulfat dengan HPLC dan CHNS Elemental Autoanalyzer pada - konsentrasi sulfat 2000-4000 ppm sebesar 0.9454. Dalam penelitian ini juga dibahas kekurangan dan kelebihan pengukuran sulfat dengan metode turbidimetri dan HPLC. | id |