| dc.description.abstract | Keberhasilan Koperasi Kopi Amungme Gold sebagai pelaku usaha dapat dipegaruhi oleh model bisnis yang selama ini digunakan. Koperasi Kopi Amungme Gold menghasilkan produk Kopi Amungme Gold yang dibudidayakan secara tradisional oleh masyarakat Suku Amungme. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis model bisnis koperasi kopi amungme gold, menganalisis kondisi internal dan eksternal koperasi kopi amungme gold, dan menganalisis rancangan pengembangan usaha koperasi kopi amungme gold. Pemilihan lokasi penelitian secara purposive karena koperasi ini didirikan dalam rangka pengembangan program highland agriculture development di Kabupaten Mimika. Responden dalam penelitian ini yaitu internal koperasi yaitu ketua koperasi, manajer koperasi, kepala bagian produksi, dan pembina koperasi. Responden eksternal koperasi yaitu konsumen kopi amungme gold dengan menggunakan metode accidental sampling melalui penyebaran kuisioner menggunakan google form dengan sampel berjumlah 50 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Business Model Canvas (BMC), Analisis SWOT, dan Blue Ocean Strategy (BOS).
Hasil analisis BMC pada model bisnis Koperasi Kopi Amungme Gold yang saat ini dilakukan menunjukan masih perlu adanya perubahan strategi usaha karena masih ada segmen pelanggan yang dapat dilayani dengan penambahan elemen lainnya dalam BMC. Terdapat beberapa alternatif strategis yang dihasilkan berdasarkan isu internal koperasi yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan serta isu strategis yang menjadi peluang dan ancaman yang dimiliki oleh koperasi. Kekuatan koperasi yaitu budidaya kopi dilakukan secara tradisional, memiliki cabang usaha rumah kopi amungme gold, memiliki rumah produksi dengan fasilitas yang memadai, dan memiliki sumber daya intelektual. Isu kelemahan koperasi adalah segmentasi pelanggan belum ditentukan, jumlah produksi belum memadai, pelayanan konsumen kurang, dan kualitas bahan baku yang masih berfluktuatif. Peluang yang dimiliki koperasi yaitu pengembangan inovasi produk, pembaharuan cara pemasan dan distribusi, penambahan fasilitas pergudangan bagi petani, dan pemanfaatan limbah kopi hasil sortir. Ancaman yang dimiliki koperasi yaitu konsep bisnis kafe yang ditawarkan pesaing, ketergantungan terhadap sumber pendapatan utama dan bantuan PTFI, serta petani menjual hasil produksi kepada pesaing. yang dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk menghasilkan alternatif strategi. Hasil analisis SWOT ini kemudian akan dievaluasi menggunakan BOS untuk diterapkan pada perbaikan BMC baru milik Koperasi Kopi Amungme Gold. Perbaikan BMC pada model bisnis Koperasi Kopi Amungme Gold berfokus pada peningkatan kemitraan, pengembangan unit bisnis, dan perluasan kegiatan promosi dan pemasaran. | id |