Pengaruh Restrukturisasi Organisasi Riset terhadap Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja Periset dan Ekosistem Inovasi (Studi Kasus: BRIN))
Abstract
Undang-Undang Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional dan Ilmu
Pengetahuan Teknologi (Sisnas Iptek), mengamanatkan bahwa lembaga-lembaga
riset yang ada di Indonesia mengalami integrasi ke dalam Badan Riset dan Inovasi
Nasional (BRIN). Perubahan organisasi akan menimbulkan persepsi yang berbeda
dalam mewujudkan tugas pokok organisasi bagi pegawai. Dengan adanya
perubahan struktur ini menyebabkan banyak pegawai yang harus kehilangan
jabatan strukturalnya, sehingga akan menimbulkan dampak secara moril maupun
materiil yaitu kehilangan tunjangan jabatan dan beban psikologis bagi yang
bersangkutan. Lain halnya, bagi pegawai yang sebelumnya merasakan
ketidakadilan dalam lingkungan pekerjaan, akan merasa mendapatkan angin segar
atau harapan untuk mendapat tempat atau kebijakan yang lebih baik dan adil
dengan adanya perubahan organisasi.
Pada tahun 2023 BRIN menerima hasil survey dari KemenPAN-RB tentang
implementasi berAKHLAK tahun 2022. Sebagian besar nilai-nilai berAKHLAK
meliputi Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Harmonis, Loyal dan Adaptif,
diketahui mendapat kategori tidak sehat. Hal ini berarti bahwa pegawai
mempunyai tingkat pengamalan nilai-nilai BerAKHLAK yang rendah dalam
aktivitas kerja sehari-hari. Fakta tersebut memberi sinyal kepada pimpinan BRIN
melalui Biro Organisasi dan SDM bahwa membangun budaya organisasi pasca
terbentuknya BRIN merupakan agenda penting bagi organisasi untuk dapat
mencapai visi dan misi BRIN secara optimal. BRIN membutuhkan proses
transformasi organisasi secara utuh. Atas dasar tersebut, maka dipandang perlu
dilakukan penelitian tentang pengaruh restrukturisasi organisasi riset terhadap
budaya organisasi, kepuasan kerja periset dan ekosistem inovasi.
Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat restrukturisasi organisasi riset,
budaya organisasi dan kepuasan kerja periset serta ekosistem inovasi di BRIN
pasca integrasi lembaga riset; melakukan analisis pengaruh restrukturisasi
organisasi riset terhadap budaya organisasi, kepuasan kerja periset dan ekosistem
inovasi serta menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja
periset dan ekosistem inovasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi
langsung di lapangan, wawancara dan penyebaran kuesioner. Kuesioner dilakukan
melalui form dinamis BRIN secara online dan disebarkan melalui nota dinas
personal kepada para kepala OR serta aplikasi media sosial baik whatsapp grup
BRIN maupun secara pribadi. Populasi penelitian ini adalah civitas BRIN.
Ruang lingkup penelitian berfokus pada SDM Iptek yang aktif sebelum dan
sesudah adanya restrukturisasi oranisasi dan mempunyai kualifikasi pendidikan
S1, S2 dan S3 di BRIN. SDM Iptek merupakan pegawai yang tergabung ke dalam
Organisasi riset yang menjalankan fungsi riset dan inovasi pada BRIN. Penentuan
sampel menggunakan teknik purposive sampling dan proportionate cluster
sampling secara sukarela. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu
tersebut adalah pada penggunaan sampel pegawai pada organisasi riset publik danmenambah variabel terikat ekosistem inovasi sedangkan pada penelitian terdahulu
sebagian besar sampelnya adalah private company dengan subyek pembahasan
restrukturisasi organisasi, budaya organisasi dan kinerja.
Merujuk pada hasil analisis statistik deskriptif serta hasil uji hipotesis,
didapatkan hasil penelitian yaitu: Tingkat kepuasan kerja periset menurut persepsi
periset sudah baik, namun terdapat beberapa indikator yang masih dirasa kurang
baik yaitu dari segi pengawasan, gaji dan peluang promosi. Selain dari pada itu
tingkat budaya organisasi dan ekosistem inovasi di BRIN menurut persepsi para
periset juga masih dianggap kurang baik untuk saat ini. Restrukturisasi organisasi
riset menjadi prediktor yang kuat terhadap budaya organisasi, sementara itu
budaya organisasi juga terbukti menjadi prediktor kuat terhadap ekosistem inovasi
dan kepuasan kerja, sehingga hasil uji hipotesisnya menunjukkan adanya
pengaruh signifikan. Namun restrukturisasi organisasi riset dan ekosistem inovasi
memiliki tidak cukup bukti berpengaruh terhadap kepuasan kerja periset. Budaya
organisasi terbukti dapat memediasi sebagai variabel intervening dengan peran
signifikannya dalam memperkuat pengaruh restrukturisasi organisasi riset
terhadap kepuasan kerja periset maupun ekosistem inovasi. Rekomendasi yang
dapat dilakukan di dalam implementasi restrukturisasi organisasi riset secara
berkelanjutan adalah manajemen BRIN melalui Biro OSDM perlu memperbaiki
tatanan budaya organisasi sesuai rekomendasi penelitian yang tercermin pada
budaya kerja nilai-nilai BerAkhlak. Karena melalui budaya kerja terbukti dapat
menjadikan salah satu jalan tercepat suksesnya agenda restrukturisasi organisasi
riset untuk memperbaiki ekosistem riset inovasi dan meningkatkan kepuasan kerja
periset yang lebih baik lagi sehingga tujuan organisasi akan tercapai optimal.
Collections
- MT - Economic and Management [3227]

