Show simple item record

dc.contributor.advisorDjajakirana, Gunawan
dc.contributor.advisorOktariani, Putri
dc.contributor.authorWijaya, Putu Kevin Surya
dc.date.accessioned2023-12-27T03:18:27Z
dc.date.available2023-12-27T03:18:27Z
dc.date.issued2023-12-27
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133317
dc.description.abstractTantangan utama perkebunan kelapa di lahan gambut adalah keterbatasan hara esensial untuk tanaman kelapa. Keterbatasan ini diperparah dengan adanya regulasi oleh negara-negara Eropa yang melarang penggunaan produk kimia dan sintetis pada produk organik. Hal ini membuat penggunaan pupuk sintetis menjadi sulit dilaksanakan. PT Riau Sakti United Plantations (PT RSUP) sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor perkebunan kelapa, mengatasi hal ini dengan pendekatan yang terinspirasi dari proses dekomposisi serasah. Pendekatan ini memanfaatkan serasah sebagai sumber hara bagi tanaman kelapa. Tujuan penelitian ini adalah memahami laju dekomposisi pada siklus hara di perkebunan kelapa PT RSUP dan menganalisis potensi serta dinamika pelepasan hara yang terjadi selama proses dekomposisi. Metode yang digunakan adalah litter bag dan pengabuan kering untuk mengukur penurunan bobot serta kandungan hara selama dekomposisi. Laju dekomposisi yang ditemukan sebesar 1,23 %/hari. Berdasarkan model kalkulasi Olson, estimasi pelepasan hara adalah 14,3 kg P/ha, 29,9 kg Ca/ha, 242,1 kg K/ha, 87,1 kg Mg/ha, 8,8 kg Na/ha, 0,9 kg Fe/ha, 0,2 kg Cu/ha, 0,4 kg Zn/ha, dan 0,3 kg Mn/ha selama delapan minggu. Pelepasan hara ini ternyata cukup untuk menjaga produktivitas kelapa di lahan gambut tetap optimal tanpa perlu aplikasi pupuk sintetis. Dengan demikian, teknik siklus hara dapat menjadi alternatif utama praktik pertanian berkelanjutan di lahan gambut.id
dc.description.abstractPT Riau Sakti United Plantations (PT RSUP) as a company in the coconut plantation sector, using litter to meet the nutrient needs of the coconut plants because of the regulations in European countries that prohibit the use of chemical and synthetic products in organic products. The purpose of this research is to determine the rate of decomposition in the nutrient cycle in PT RSUP's coconut plantations and to analyze the potential and dynamics of nutrient release during the plant decomposition process. The methods used include the litter bag method and dry ashing to observe the reduction in weight and nutrient content during decomposition. The rate of decomposition obtained is 1.23% per day. The estimated nutrient release based on the Olson model calculation is 14.3 kg P/ha, 29.9 kg Ca/ha, 242.1 kg K/ha, 87.1 kg Mg/ha, 8.8 kg Na/ha, 0.9 kg Fe/ha, 0.2 kg Cu/ha, 0.4 kg Zn/ha, and 0.3 kg Mn/ha in eight weeks. This nutrient release is sufficient to maintain coconut productivity in peatland without the need for synthetic fertilizers. Thus, the nutrient cycle technique can be a primary alternative practices to achieve sustainable agriculture in peatland.id
dc.description.sponsorshipMatching Fund Kedairekaid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi dan Dinamika Hara dalam Teknik Siklus Hara di Perkebunan Kelapa PT Riau Sakti United Plantations.id
dc.title.alternativePotential and Dynamics of Nutrients in Nutrient Cycle Techniques in PT Riau Sakti United Plantationsid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordLitter Decompositionid
dc.subject.keywordPeatlandid
dc.subject.keywordSustainable Agricultureid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record