Biodiversitas Serangga Pengunjung dan Efektivitas Penamambahan Apis cerana dan Tetragonula laeviceps dalam Penyerbukan Jeruk Pamelo
Date
2023-12Author
Anisa, Henta Ria
Atmowidi, Tri
Kahono, Sih
Priawandiputra, Windra
Metadata
Show full item recordAbstract
Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) (Rutaceae) merupakan salah satu jenis tanaman budidaya yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki beberapa kultivar yang tersebar di seluruh Indonesia. Bageng Taji merupakan salah satu kultivar pamelo atau tanpa biji yang terdapat di Desa Bageng, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan mengukur keanekaragaman serangga pengunjung pada tanaman jeruk pamelo, pengaruh penambahan koloni lebah Apis cerana dan Tetragonula laeviceps terhadap penyerbukan dan pembentukan buah pamelo, aktivitas kunjungan A. cerana dan T. laeviceps, dan jumlah polen yang dibawa oleh kedua spesies lebah. Dalam penelitian ini dilakukan empat perlakuan penyerbukan, yaitu bunga ditutup dengan kassa (kontrol), bunga terbuka, penambahan satu koloni A. cerana dan penambahan tiga koloni T. laeviceps. Aktivitas kunjungan lebah diamati menggunakan metode focal sampling pada pukul 07.30-17.30 saat hari cerah. Analisis polen dilakukan dengan metode asetolisis. Jumlah polen yang dibawa oleh lebah dihitung menggunakan hemocitometer. Efektivitas penyerbukan lebah diukur dengan menghitung jumlah buah yang terbentuk. Dalam penelitian ini ditemukan 27 spesies, 723 individu serangga yang mengunjungi pamelo dalam tiga ordo, yaitu Hymenoptera, Diptera, dan Lepidoptera. Serangga yang paling banyak mengunjungi bunga pamelo yaitu Ceratina sp. (17,43%). Keanekaragaman serangga pengunjung jeruk pamelo di lokasi penelitian termasuk tinggi (H’ = 3,03, E = 0,92, D = 0,07). Rata-rata jumlah bunga terbanyak dikunjungi A. cerana terjadi pada pukul 09.30 (35,8 bunga/5 menit) dengan durasi kunjungan 7,9 detik/bunga dan jumlah bunga dikunjungi terendah terjadi pada pukul 17.30 (20,14 bunga/5 menit) dengan durasi kunjungan 14,78 detik/bunga. Rata-rata jumlah bunga terbanyak dikunjungi T. laeviceps terjadi pada pukul 09.30 (11,71 bunga/5 menit) dengan durasi kunjungan 24,4 detik/bunga dan terendah pada pukul 17.30 (6,43 bunga/5 menit) dengan durasi kunjungan 40,5 detik/bunga. Rata-rata jumlah polen yang dibawa A. cerana (19908,75 ± 2969,8 butir polen) lebih tinggi dibandingkan T. laeviceps (4308,75 ± 1146,09 butir polen). Penambahan A. cerana menghasilkan 90% buah normal dan 10% buah abnormal, sedangkan penambahan T. laeviceps menghasilkan 82% buah normal dan 18% buah abnormal. Berdasarkan analisis proksimat, penambahan koloni A. cerana dan T. laeviceps menghasilkan buah dengan kandungan vitamin C lebih tinggi dibandingkan tanaman kontrol dan perlakuan bunga terbuka.
