Show simple item record

dc.contributor.advisorSahara
dc.contributor.advisorFalatehan, A. Faroby
dc.contributor.authorSaban, Asrilis Boy
dc.date.accessioned2023-12-05T08:52:19Z
dc.date.available2023-12-05T08:52:19Z
dc.date.issued2023-12-05
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132596
dc.description.abstractSektor pertanian merupakan sektor unggulan di Provinsi Maluku Utara. Sektor pertanian juga merupakan salah satu sektor yang berperan penting terhadap kinerja perekonomian di Maluku Utara. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia, realisasi PMA dan PMDN di Maluku Utara pada tahun 2021 mencapai US$2.819,94 juta dan Rp2.665,25 miliar. Nilai PMA dan PMDN yang sangat besar ini, yaitu Rp44.964,35 miliar semuanya direalisasikan untuk melaksanakan pembangunan Industri pertambangan di Maluku Utara. Realisasi investasi di sektor pertanian Maluku Utara hanya sebesar Rp2,8 miliar pada tahun 2021, padahal salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja ssektor pertanian dalam struktur perekonomian adalah investasi. Berdasarkan hal tersebut maka kinerja, keterkaitan, dan dampak investasi di sektor pertanian terhadap kinerja perekonomian Maluku Utara serta hubungan dengan provinsi lain di Indonesia perlu dianalisis. Jenis data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data Tabel Inter-Regional Input-Output Indonesia Klasifikasi 52 Industri dan 34 Provinsi tahun 2016. Data lain yang digunakan adalah data investasi sektor pertanian di Maluku Utara berdasarkan 7 subsektor pertanian. Data penelitian bersumber dari Badan Pusat Statistik Indonesia dan Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia. Teknik analisis dalam pendekatan Inter-Regional Input-Output (IRIO) digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Tujuan penelitian pertama menggunakan analisis kontribusi, tujuan kedua menggunakan analisis keterkaitan, dan tujuan ketiga menggunakan analisis dampak. Data penelitian diolah menggunakan Software Microsoft Office Excel versi 16. Hasil analisis kontribusi untuk tujuan penelitian pertama menunjukkan bahwa. Kinerja dari sektor pertanian dalam menghasilkan output, menyediakan permintaan antara, permintaan akhir, menyerap input antara dan pembentuk input primer dalam struktur perekonomian 34 provinsi di Indonesia memiliki kinerja berbeda-beda. Hasil kinerja sektor pertanian yang berbeda ini dipengaruhi oleh potensi yang dimiliki masing-masing provinsi di Indonesia. Kinerja sektor pertanian Provinsi DKI Jakarta memiliki persentase kontribusi yang paling rendah dalam struktur perekonomia daerah, sedangkan sektor pertanian Provinsi Sulawesi Barat memiliki persentasi kontribusi yang paling tinggi dibanding provinsi lain di Indonesia. Khususnya kinerja sektor pertanian Maluku Utara secara umum memiliki persentase kontribusi di atas rata-rata dari 34 provinsi di Indonesia. Secara khusus subsektor perkebunan Maluku Utara memiliki persentase kontribusi terhadap output, permintaan antara, permintaan akhir, input antara, dan input primer yang lebih tinggi dari subsektor pertanian lainnya di Maluku Utara. Hasil analisis untuk tujuan penelitian kedua menunjukkan bahwa sektor pertanian pada struktur perekonomian Provinsi Maluku Utara memiliki keterkaitan ke depan yang lebih tinggi dibanding dengan keterkaitan ke belakang. Subsektor perikanan memiliki nilai tertinggi untuk keterkaitan ke depan, sedangkan subsektor peternakan memiliki nilai tertinggi untuk keterkaitan ke belakang dibanding subsektor lain. Keterkaitan sektor pertanian Maluku Utara pada struktur perekonomian antar wilayah menunjukkan bahwa subsektor perkebunan memiliki nilai keterkaitan ke depan tertinggi dengan industri kimia, farmasi, dan obatan tradisional pada Provinsi Papua, sedangkan untuk keterkaitan ke belakang tertinggi adalah subsektor tanaman hortikultura dengan industri kimia, farmasi, dan obatan tradisional pada Provinsi DKI Jakarta. Nilai keterkaitan ke depan yang tinggi menunjukkan adanya dorongan yang kuat dari sektor tersebut dalam mengembangkan industri hilir. Nilai keterkaitan ke belakang yang tinggi menunjukkan adanya dorongan yang kuat dari sektor tersebut dalam mengembangkan industri hulu, baik pada struktur perekonomian suatu wilayah maupun struktur perekonomian antar wilayah. Hasil analisis untuk tujuan penelitian ketiga menunjukkan bahwa, investasi di sektor pertanian Maluku Utara sebesar Rp18,86 miliar memiliki dampak terhadap peningkatan output, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja yang tidak hanya terjadi di Provinsi Maluku Utara tetapi juga pada provinsi lain di Indonesia. Subsektor pertanian Maluku Utara yang mengalami dampak peningkatan output, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja tertinggi adalah subsektor perikanan. Besarnya peningkatan ini disebabkan oleh banyaknya investasi yang masuk pada subsektor perikanan. Sektor dan provinsi lain di Indonesia yang mengalami dampak peningkatan output, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja adalah industri kimia, farmasi, dan obatan tradisional di Provinsi DKI Jakarta, industri makanan dan minuman di Provinsi Jawa Timur, dan jasa pertanian dan perburuan di Provinsi Papua.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDampak Investasi Sektor Pertanian Maluku Utara terhadap Kinerja Perekonomian Maluku Utara dan Provinsi Lain di Indonesia.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordEkonomi Wilayahid
dc.subject.keywordInvestasiid
dc.subject.keywordKeterkaitan antar sektorid
dc.subject.keywordSektor pertanianid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record