Show simple item record

dc.contributor.advisorMuljono, Pudji
dc.contributor.advisorSyaukat, Yusman
dc.contributor.authorJunaidi, Herwan
dc.date.accessioned2023-12-04T09:28:16Z
dc.date.available2023-12-04T09:28:16Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132584
dc.description.abstractPerpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial atau PKBIS adalah program berbasis komunitas yang bertujuan untuk memperluas layanan perpustakaan di luar pemangku kepentingan tradisional. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan berbasis inklusi untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada pemangku kepentingan. Melalui pendekatan ini program PKBIS dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju kesejahteraan melalui literasi pertanian. Sejak tahun 2022 Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) melaksanakan program PKBIS di empat lokasi sebagai pilot project, dua wilayah berbasis komunitas dan dua wilayah berbasis kelembagaan. Penting untuk membandingkan strategi penerapan kedua model karena perbedaan dalam kedua bidang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peran strategis program PKBIS di empat lokasi; (2) menganalisis faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan program PKBIS di empat lokasi; (3) membandingkan model pengembangan program PKBIS antara model kelembagaan dan model komunitas; (4) merumuskan strategi pengembangan program PKBIS untuk mendukung pembangunan daerah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan angket. Data dianalisis menggunakan analisis IPA, dan analisis SWOT-AHP. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan prioritas kegiatan pada penerapan model kelembagaan dan model komunitas pada program PKBIS. Tiga kegiatan prioritas utama PKBIS model kelembagaan adalah (1) mendorong masyarakat berperan aktif dalam program PKBIS, (2) meningkatkan kerjasama dengan Kementerian/Lembaga terkait dan (3) meningkatkan kerjasama dengan pemerintah desa. Sedangkan tiga program prioritas utama PKBIS model komunitas adalah (1) peningkatan kerjasama dengan penyuluh pertanian, (2) peningkatan kapasitas petani dalam budidaya pertanian modern, dan (3) peningkatan promosi program PKBIS. Terkait dengan rekomendasi strategi pengembangan kedepan, program PKBIS model kelembagaan kedepan perlu fokus pada (1) kegiatan berdasarkan komoditas unggulan dari masing-masing lokasi; (2) peningkatan peran aktif kelompok tani; (3) peningkatan dukungan kementerian/lembaga terkait; (4) pengembangan kerjasama pemasaran dengan off-taker; serta (5) peran aktif pengelola perpustakaan dalam pendampingan. Sedangkan rekomendasi strategi untuk PKBIS model komunitas perlu fokus pada (1) kegiatan berdasarkan kebutuhan masyarakat; (2) peningkatan peran aktif masyarakat dan dukungan pemerintah daerah; (3) dukungan anggaran; (4) peningkatan dukungan penyuluh pertanian dalam bimbingan teknis budidaya pertanian; serta (5) peran aktif pengelola perpustakaan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStudi Komparasi Pada Implementasi Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial Mendukung Pembangunan Daerahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSWOT-AHP analysisid
dc.subject.keywordSocial inclusionid
dc.subject.keywordSpecial libraryid
dc.subject.keywordAgricultureid
dc.subject.keywordComparative studyid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record