Skenario Gaya Kepemimpinan Terhadap Tenaga Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid 19 di RSUD Kota Sawahlunto
Date
2023-11-14Author
Syukri, Muhammad
Ma'arif, Mohamad Syamsul
Sumertajaya, I Made
Metadata
Show full item recordAbstract
Wabah virus coronavirus disease 2019 (Covid 19) telah menyebar lebih ke
227 negara di dunia. Data paling aktual dari World Organization Health (WHO)
tahun 2022 menunjukkan bahwa kasus positif Covid-19 mencapai 336.790.193 dan
5.560.718 orang meninggal dunia. Di Indonesia, kasus positif Covid-19 mencapai
4.280.248 dan sebanyak 144.201 orang meninggal dunia. Lebih spesifik Jumlah
kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Sumatera Barat telah mencapai 89.882,
dan sayangnya, 2.154 orang telah kehilangan nyawa akibat virus ini.
(www.Covid19.go.id). Tingginya angka kasus positif tersebut tentu berimplikasi
pada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan kasus Covid-19.
Tingginya lonjakan kasus positif menyebabkan tugas tenaga kesehatan menjadi
semakin berat dalam penanganan kasus covid-19. Lonjakan kasus Covid-19 ini
kemudian menyebabkan banyak tenaga kesehatan yang mengalami stres kerja dan
kelelahan dalam menangani pasien yang terpapar virus covid-19. Hasil survey yang
dilakukan oleh terhadap 7.807 tenaga kesehatan, sebanyak 26% menjawab stressor
terbesar adalah pekerjaannya. Stress adalah suatu kondisi di mana seseorang
mengalami tekanan akibat berbagai faktor yang mempengaruhinya, baik dari
lingkungan eksternal maupun internal. Dampak dari kondisi ini dapat berpengaruh
negatif terhadap kesehatan psikologis dan biologis para pegawai. Seseorang dapat
diklasifikasikan mengalami stres kerja jika tekanan yang dialaminya juga terkait
dengan situasi di lingkungan organisasi tempat mereka bekerja. Tingkat stres yang
terjadi dalam suatu perusahaan dapat menyebabkan kurangnya motivasi karyawan
dalam bekerja, sebagai pelaku utama dalam suatu organisasi unsur manusia perlu
dipertahankan melalui berbagai cara. Di sisi lain, motivasi kerja sangat bergantung
pada gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin dapat diartikan sebagai individu yang
memberikan wewenang atau mempengaruhi orang lain agar dapat mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Maka dari itu Organisasi hari ini perlu pemimpin yang efektif
yang memahami kompleksitas dari yang cepat perubahan lingkungan global.
Selanjutnya, untuk dapat meningkatkan motivasi kerja yang berimplikasi pada
penurunan tingkat Untuk mengatasi stres kerja pada tenaga kesehatan, diperlukan
perencanaan skenario yang akan membantu menentukan gaya kepemimpinan yang
paling efektif bagi para pemimpin. Hal ini bertujuan untuk mengatasi fenomena
stres kerja yang dialami oleh para tenaga kesehatan. di Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Kota Sawahlunto. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja dan
selanjutnya dapat menurunkan stres kerja para tenaga kesehatan di RSUD
Sawahlunto melalui pemetaan skenario planning.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji dampak gaya
kepemimpinan terhadap stres kerja petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) kota Sawahlunto selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini
juga akan mempertimbangkan peran motivasi kerja sebagai mediator dalam
hubungan antara gaya kepemimpinan dan tingkat stres kerja para petugas kesehatan.
Dalam penelitian ini, jenis dan asal data yang digunakan mencakup data primer dan
data sekunder. Populasi mencakup semua obyek yang akan diuji untuk suatu
karakteristik tertentu. Sementara itu, sampel merupakan bagian dari populasi yang
dipilih untuk diuji dengan karakteristik yang sama. Metode pengambilan sampel
dalam penelitian ini mengombinasikan pendekatan sample acak terstratifikasi
(stratified random sampling) dengan sample sukarela (voluntary sampling). Sampel
acak terstratifikasi adalah salah satu teknik probabilitas yang umum digunakan
dalam proses pengambilan data survei. Dalam penelitian ini, sampel penelitian yang
terdiri dari 142 responden tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Kota Sawahlunto dihitung menggunakan rumus Slovin. Untuk menganalisis
hubungan antara variabel-variabel yang ada, digunakan metode Structural Equation
Modeling (SEM)-Partial Least Squares (PLS). Selain itu, untuk mengevaluasi gaya
kepemimpinan yang sesuai bagi para tenaga kesehatan, digunakan juga skenario
planning.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan memiliki
pengaruh signifikan secara langsung terhadap Motivasi Kerja, namun tidak
memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap Stres Kerja. Selain itu,
Motivasi Kerja memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap Stres Kerja.
Selain itu, ditemukan bahwa Gaya Kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan
terhadap Stres Kerja melalui variabel Motivasi Kerja bagi tenaga kesehatan di
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto. Berdasarkan hasil skenario
planning, gaya kepemimpinan servant atau pelayan dinilai efektif bagi tenaga
kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto. Hasil analisis
menggunakan teknik bootstrap menunjukkan nilai statistik t sebesar 26,474, yang
lebih tinggi dari nilai statistik t untuk empat gaya kepemimpinan lainnya, yaitu gaya
kepemimpinan otentik, gaya kepemimpinan spiritual, dan gaya kepemimpinan
transformasional
Collections
- MT - Economic and Management [3190]
