Show simple item record

dc.contributor.advisorTriwidodo, Hermanu
dc.contributor.advisorWidodo
dc.contributor.authorAkbar, Mohammad
dc.date.accessioned2023-11-15T01:52:05Z
dc.date.available2023-11-15T01:52:05Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132241
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengetahuan, sikap dan tindakan petani Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) dan petani non SLPHT di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat di dalam menerapkan teknik-teknik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada tanaman bawang merah, (2) menganalisis distribusi pestisida melalui perbandingan rantai tataniaga pestisida yang terbanyak dan sedikit digunakan oleh petani responden, serta (3) menjelaskan hubungan antara lembaga pemasaran yang terlibat dalam rantai tataniaga pestisida dimulai dari produsen (pabrik) sampai pedagang pengecer tingkat 2 (PP 2). Pemilihan desa dan lembaga pemasaran contoh dilakukan secara terpilih (purposive), sedangkan pemilihan petani responden dilakukan secara acak dari setiap desa. Desa yang dipilih dalam penelitian ini adalah Pabuaran Lor, Bojongnegara dan Babakan Losari. Jumlah petani responden sebanyak 48 orang, dimana masing- masing desa dipilih sebanyak 8 orang petani SLPHT dan 8 orang petani non SLPHT. Jumlah lembaga pemasaran pestisida yang terpilih sebanyak 15 responden yaitu 3 pedagang pengecer tingkat 2 (PP 2), 6 pedagang pengecer tingkat 1 (PP 1), 3 agen dan 3 pabrik. Rantai tataniaga pestisida yang ditelusuri adalah pestisida Dursban 20 EC (b.a. Klorpirifos), Larvin 375 AS (b.a. Tiodikarb) serta Pounce 20 EC (b.a. Permetrin). Analisis pengetahuan, sikap dan tindakan (PST) dilakukan secara deskripsi, sedangkan analisis distribusi pestisida dilakukan dengan metode survei. Hasil analisis terhadap pengetahuan petani sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari penggunaan nozel yang tidak perlu dilonggarkan saat menyemprot (95,83%), arah menyemprot yang tidak berlawanan dengan arah angin (97,92%), penggunaan penutup mulut dan hidung saat menyemprot (77,08%), penyemprotan yang tidak boleh lagi dilakukan saat menjelang panen (62,50%) serta penyimpanan pestisida di tempat tertutup dan jauh dari jangkauan anak-anak (100%). ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPlant Protectionid
dc.subject.ddcPesticidesid
dc.titlePola penggunaan pestisida pada tanaman bawang merah di kecamatan Ciledug, kabupaten, Cirebon, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordbawang merahid
dc.subject.keywordallium ascalonicum Lid
dc.subject.keywordbotaniid
dc.subject.keywordsyarat tumbuhid
dc.subject.keywordpersepsi petaniid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record