Show simple item record

dc.contributor.advisorSyafii, Wasrin
dc.contributor.authorMahmudah, Binti
dc.date.accessioned2023-11-14T03:31:23Z
dc.date.available2023-11-14T03:31:23Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132078
dc.description.abstractKayu yang ada di Indonesia sebagian besar mempunyai keawetan yang rendah clas awet III-IV), untuk itu perlu dilakukan upaya pengawetan terhadap kayu tersebut agar unur pakai kayu menjadi lebih lama. Faktanya penggunaan bahan pengawet sintetis menyebabkan pencemaran lingkungan, oleh karena itu perlu dicari bahan pengawet alternatif yang lebih aman terhadap lingkungan. Salah satu sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai bahan pengawet adalah zat ekstraktif, dimana berdasarkan beberapa hasil penelitian telah terbukti bersifat racun terhadap rayap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar zat ekstraktif kayu teras kuku (Pericopsis mooniana Thw.) serta pengaruhnya terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren). Kayu yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hutan tanaman semaras, PT. Inhutani II Kalimantan Selatan Kayu tersebut adalah kayu teras dalam bentuk serbuk, serbuk diekstrak dengan menggunakan pelarut aseton, kemudian difraksinasi secara bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil-eter, dan etil-asetat. Keempat jenis fraksi (n-heksan, etil-eter, etil-asetat, dan fraksi tak terlarut/residu) yang diperoleh dibuat menjadi lima tingkat konsentrasi (2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%) serta kontrol (0%) dengan masing-masing tiga kali ulangan. Pengujian dilakukan dengan mengumpankan contoh uji selulosa yang telah ditambahkan zat ekstraktif pada rayap tanah C. curvignathus selama empat minggu. Berdasarkan hasil penelitian, dari 2000 gram serbuk kayu teras Pericopsis mooniana Thw. diperoleh padatan aseton sebanyak 74,41 gram atau 4,27% berdasarkan berat kering oven serbuk. Hasil fraksinasi diperoleh 0.58% fraksi n-heksan, 2,13% fraksi etil-eter, 0,56% fraksi etil- asetat, dan 1,01% residu. Mortalitas rayap setelah pengampanan empat minggu relatif tinggi, terutama pada fraksi n-heksan dan etil-eter nilainya mencapai 100%. Nilai tersebut menunjukkan pengaruh yang nyata dari zat ekstraktif kayu kuku terhadap rayap tanah jika dibandingkan dengan nilai kontrol yang relatif kecil (26,67%). Berdasarkan nilai kehilangan berat pada contah uji tas selulosa yang telah ditambahkan zat ekstraktif menunjukkan bahwa zat ekstraktif dari kayu kuku bersifat racun dan memiliki sifat antifeedant yang tinggi terutama untuk fraksi n-heksan dan jaksi etil-eter. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya nilai kehilangan berat jika dibandingkan dengan nilai kontrol.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcForest Productsid
dc.titleSifat anti rayap zat ekstraktif kayu kuku (Pericopsis mooniana Thw.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordnandu woodid
dc.subject.keywordPericopsis mooniana Thw.id
dc.subject.keywordanti termiteid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record