| dc.description.abstract | Keragaman spesies ikan yang sangat tinggi di daerah tropis pada tahun 60-an hingga 70-an, cukup menarik perhatian para ilmuwan. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang keberadaan spesies-spesies tersebut dalam jangka panjang. Menurut Chesson (1981) pada model persaingan Lotka-Voltera, variabilitas lingkungan dapat menyebabkan perubahan pada sistem, sehingga mengakibatkan kepunahan salah satu spesies. Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian Hutcinson (1961) bahwa variabilitas lingkungan dapat memelihara kocksistensi yang berarti keragaman spesies tetap terjaga. Model sistem lotere didasarkan pada konsep lotere untuk menggambarkan persaingan dua spesies
dalam memperebutkan tempat tinggal. Model ini dikembangkan oleh Chesson (1981). Populasi yang
dimodelkan adalah populasi dua spesies yang hidup bersaing di sekitar batu karang dan parameter yang diamati adalah proporsi dari masing-masing spesies. Model dianalisis pada generasi tidak bertindih dan generasi bertindih. Generasi dikatakan sebagai generasi tidak bertindih jika pada waktu 1+1 seluruh individu sebelumnya mati; sedangkan dikatakan
generasi bertindih jika pada waktu + 1 masih ada individu-individu sebelumnya. Pada generasi tidak bertindih koeksistensi tidak akan terjadi kecuali pada keadaan tertentu. Pada kasus deterministik (laju kelahiran dianggap konstan) koeksistensi terjadi jika perbandingan laju kelahiran antara kedua spesies selalu sama; sedangkan pada kasus stokastik (laju kelahiran merupakan variabel) sulit untuk diprediksi.
Pada generasi bertindih koeksistensi terjadi hanya pada kasus stokastik. Pada kasus deterministik kocksistensi terjadi jika proporsi spesies selalu sama; hal ini dianggap tidak realistis. Koeksistensi akan terus berlangsung apabila nilai harapan laju pertumbuhan kedua spesies bernilai positif. Dari model sistem lotere ini dapat disimpulkan bahwa variabilitas lingkungan pada dasarnya dapat mempertahankan kocksistensi. | id |