Efektifitas keseimbangan energi dan asam lamino, dan efisiensi absorpsi dalam memenuhi persyaratan kecepatan tumbuh ayam broiler

Date
1986Author
Wiradisastra, M. Datta H.
Wahju, Juju
Sugandi, Dawan
Sutardi, Toha
Aunuddin
Widjajakusuma, Reviany
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian I dilakukan di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) Pasar Jum'at Jakarta Selatan dari tanggal 14 Pebru-ari sampai dengan 31 Maret 1985. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan efisiensi absorpsi asam amino da-lam saluran usus halus, deodenum, ilium dan jejunum. Nilai efisiensi absorpsi ini diperlukan untuk Penelitian II yang menentukan angka kebutuhan energi metabolis dan asam amino pada ayam yang sedang tumbuh.
Dalam Penelitian I digunakan 36 ekor broiler final stock Hubbard berumur 5 minggu. Untuk menentukan nilai e-fisiensi asam amino digunakan metode Hurwitz et al. (1972) dengan menggunakan H-lisin sin dan 51Cr-EDTA sebagai "marker" Cuplikan isi usus halus dan ransum penelitian yang mengan-3 dung H-lisin dan 51 Cr-EDTA dicacah dalam alat pencacah
Betamic Liquid Scintillation Counter untuk 3 H-lisin dan 51 Cr-EDTA. Da-Auto Gamma Scintillation Spectrometer untuk ri penelitian ini didapatkan nilai efisiensi absorpsi 80% berarti lebih rendah dari hasil yang dicapai oleh Hurwitz et al. (1972) yaitu 85%. Dalam menentukan nilai efisien-si absorpsi digunakan metode Hurwitz et al. (1972).
Penelitian II bertujuan menentukan angka kebutuhan energi metabolis dan asam amino pada ayam yang sedang tumbuh. Penelitian II ini dilakukan di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Jln. Bukit Dago Utara Bandung, dari tanggal 5 Agustus sampai dengan tanggal 9 September 1985. Pada penelitian II digunakan 145 ekor ayam broiler final-stock Hubbard umur 1 hari (DOC), 5 ekor dibunuh untuk mengetahui komposisi karkas dan bulu termasuk protein bulu dan karkas pada umur 1 hari. Seratus empat puluh ekor di-pelihara sampai umur 6 minggu dengan ransum yang disusun dengan angka kebutuhan berdasarkan rekomendasi NRC (1977, 1984), kemudian ditempatkan dalam 28 petak kandang. Setelah ayam tersebut berumur 6 minggu, 5 ekor dibunuh untuk mengetahui komposisi karkas dan bulu serta kandungan pro tein karkas dan bulu pada umur 6 minggu. ...
Collections
- DT - Animal Science [366]

