| dc.description.abstract | Infiltrasi merupakan proses hidrologi yang penting dalam imbuhan airbumi. Selain itu, infiltrasi juga berperan dalam berbagai kepentingan praktis lain seperti mengurangi banjir dan erosi tanah, menyediakan air bagi vegetasi, serta menyediakan aliran sungai pada musim kemarau.
Salah satu metode pendugaan infiltrasi kumulatif adalah dengan model kumulatif aditif yang dikembangkan oleh Abdullah (1988). Masukan-masukan yang diperlukan meliputi data penggunaan/tutupan lahan, tekstur tanah, kelerengan, dan curah hujan harian. Dalam kajian ini dilakukan pendugaan infiltrasi kumulatif untuk wilayah Bogor dengan memanfaatkan citra Landsat TM sebagai salah satu sumber data. Citra Landsat TM diklasifikasi secara terbimbing dengan metode maximum likelihood standard untuk mendapatkan peta penggunaan/tutupan lahan. Peta ini serta data-data lain dalam bentuk peta di-overlay untuk menentukan berbagai kisaran infiltrasi kumulatif sesuai kombinasi masukan penyusun model.
Dengan model infiltrasi kumulatif aditif diperoleh bahwa infiltrasi kumulatif di wilayah Bogor berkisar antara 7,60-26,34 mm/hari hujan atau sekitar 63-85% dari curah hujan harian rata- ratanya. Infiltrasi kumulatif cenderung lebih tinggi di Bogor bagian Selatan, dan semakin berkurang ke arah Utara. Perbedaan kisaran untuk setiap lokasi disebabkan oleh perbedaan penggunaan dan tutupan lahan, perbedaan tekstur tanah, serta perbedaan kemiringan lereng. Kisaran infiltrasi kumulatif semakin rendah ke arah Utara, merupaka pengaruh
penggunaan/tutupan lahan., Di sekitar puncak G. Salak (tekstur tanah halus, kelompok tanah hidrologi C yang mempunyai potensi limpasan sedang sampai tinggi, meliputi pemukiman penduduk/lahan terbuka, curah hujan harian rata-rata 12-15 mm) tercatat kisaran infiltrasi kumulatif terendah yaitu 7,60-10,48 mm/hari hujan, Rendahnya infiktrasi kumulatif di daerah ini terutama dibatasi oleh rendahnya curah hujan. Di sekitar Cikuray (tekstur halus, kelompok tanah hidrologi D yang mempunyai potensi limpasan sangat tinggi, tutupan lahan berupa vegetasi hutan/kebun/kebun campuran/semak, curah hujan harian rata-rata 30-31 mm) tercatat kisaran infiltrasi kumulatif tertinggi sebesar 25,01-26,34 mm/hari hujan.
Infiltrasi dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu sifat fisik tanah (meliputi kelompok tanah hidrologi dan tekstur), penggunaan/tutupan lahan, kelerengan, serta curah hujan sebagai masukan air. Sifat fisik tanah, kelerengan, dan curah hujan merupakan faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Usaha untuk mengubah besarnya infiltrasi kumulatif hanya dapat dilakukan dengan mengubah penggunaan/tutupan lahan. Melalui kajian ini dapat disarankan agar wilayah-wilayah dengan potensi infiltrasi tinggi dimanfaatkan untuk penggunaan lahan yang mendukung tingginya infiltrasi kumulatif, seperti untuk hutan atau kebun. | id |