Show simple item record

dc.contributor.advisorNawawi, Deded Sarip
dc.contributor.advisorSari, Rita Kartika
dc.contributor.authorWibowo, Ariek
dc.date.accessioned2023-11-10T07:37:48Z
dc.date.available2023-11-10T07:37:48Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131670
dc.description.abstractKayu merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dan tumbuh di alam secara bebas. Pemakaian kayu untuk joinery (pintu, jendela dan kusen) pada rumah dan penggunaanya sebagai kayu bangunan terutama untuk bagian luar yang banyak terkena sinar matahari dan hujan menyebabkan kerusakan pada kayu tersebut (Anonimous, 2003). Pemanfaatan lain dari kayu yang paling utama adalah sebagai bahan baku pulp. Kayu mangium merupakan jenis pohon utama pada pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) guna memenuhi kebutuhan industri pengolahan kayu diantaranya sebagai bahan baku pulp dan kertas. Penggunaan kayu mangium sebagai bahan baku pulp akan mengalami proses penyimpanan setelah kayu ditebang dan sebelum diolah lebih lanjut. Padlinurjaji (1987) mengemukakan bahwa di tempat penyimpanan atau log yard, semua kayu dalam berbagai bentuk dan ukuran mempunyai kemungkinan untuk diserang oleh jamur perusak sehingga mengakibatkan kayu menjadi rusak dan lapuk. Pada umumnya kayu memiliki sifat rentan terhadap degaradasi yang disebabkan oleh jamur, serangga (rayap) dan faktor cuaca (weathering). Degradasi kayu akibat cuaca disebabkan oleh kombinasi dari beberapa faktor yaitu: sinar ultraviolet (UV) yang merusak dinding sel, akibat perubahan cuaca yang mendukung tumbuhnya jamur soft-rot, kembang susut yang terjadi bergantian di bagian permukaan akan menghasilkan tegangan-tegangan yang dapat menimbulkan retak. Tiupan angin dan terpaan air hujan akan menyebabkan permukaan kayu menjadi terurai. (Wahyudi, 2003). Degradasi kayu yang terus berlanjut menyebabkan terjadinya perubahan komponen kimia kayu mangium yang berimplikasi terhadap penggunaanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh cuaca terhadap perubahan komponen kimia kayu mangium yaitu holoselulosa, selulosa, lignin dan zat ekstraktif. Bahan yang digunakan adalah kayu mangium berumur 6 tahun berbentuk log dengan panjang = 20 cm dan diameter = 20 cm. Bahan kimia yang digunakan yaitu NaCLO2, CH3COOH, HNO3, C2H5OH, NaSO3, NaOH, Benzena dan air suling. Alat yang digunakan yaitu Willey mill, alumunium foil, beaker glass 100 ml dan 500 ml, gelas ukur 500 ml, erlenmeyer 1000 ml dan 300 ml, kertas saring, oven, water bath, pengaduk, desikator, alat timbang dan alat tulis. Log mangium yang tidak dikuliti diletakkan di luar ruangan tanpa naungan selama 0 bulan (kontrol), 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan. Kemudian setiap bulannya dilakukan pengambilan contoh uji pada kedalaman 1 cm, 2 cm dan 3 cm dari permukaan kayu. Analisis komponen kimia dilakukan dengan menggunakan standar TAPPI T254om-88. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAKI (3×3).id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural Universityid
dc.subject.ddcKehutananid
dc.subject.ddcHasil Hutanid
dc.titlePerubahan komponen kimia kayu mangium, Acacia mangium Willd akibat pengaruh cuacaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordAcacia mangiumid
dc.subject.keywordWilldid
dc.subject.keywordKimiaid
dc.subject.keywordCuacaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record