Show simple item record

dc.contributor.advisorRuhendi, Surdiding
dc.contributor.authorSetiawan, Christian Nur Bangun
dc.date.accessioned2023-11-10T03:49:19Z
dc.date.available2023-11-10T03:49:19Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131586
dc.description.abstractIndonesia merupakan penghasil minyak sawit mentah (Crude palm oil/CPO) terbesar kedua di dunia setelah Malaysia. Pada tahun 2003, produksi CPO Indonesia mencapai 8-9 juta ton, dengan luas kebun kelapa sawit di seluruh Indonesia mencapai 377 juta ha (Kompas,2003). Dalam proses produksi CPO, selain dihasilkan minyak sawit mentah juga dihasilkan limbah baik berupa limbah padat maupun limbah cair. Salah satu limbah padat yang dihasilkan adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Dari data yang diperoleh dari berbagai sumber potensi TKKS mencapai 3,5 juta ton/th. Hasil penilitian menunjukkan kandungan selulosa TKKS mencapai 44,49%, lignin 21% dan hemiselulosa 27,01% (Mahyudan, 2000). Dari hasil penelitian tersebut maka TKKS dapat digunakan sebagai bahan baku perekat dan papan partikel. Di sisi lain, perekat yang banyak digunakan dalam pembuatan papan partikel adalah perekat sintetis yang bahan bakunya berasal dari minyak bumi dimana minyak bumi! adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sehingga ada kemungkinan bahwa di masa depan perekat akan mengalami kelangkaan. Oleh karena itu perlu adanya perekat alternatif yang dapat mensubstitusi perekat berbahan baku minyak bumi tersebut. Perekat likuida TKKS dibuat pada dua molar rasio (F/P) yang berbeda yaitu 0,8 dan 2,1. Pengukuran kualitas perekat TKKS dilakukan berdasarkan SNI 06-0121- 1987 untuk perekat fenol formaldehid. Dari hasil penelitian kualitas perekat TKKS yang dihasilkan baik pada molar rasio 0,8 dan 2,1 telah memenuhi SNI 06-0121-1987 dengan ciri-ciri sebagai berikut: pH (derajat keasaman) 10,5-11, warna hitam, kadar padatan 49,44-54,51%, waktu gelatinasi 3 jam, berat jenis 1,142-1,172 dan viskositas 0,925-1,5 poise. Papan partikel dibuat dengan kerapan sasaran 0,6 g/cm³. Jenis partikel yang digunakan adalah serbuk TKKS dengan ukuran 20-40 mesh. Banyaknya perekat yang digunakan dalam pembuatan papan partikel berbeda-beda, yaitu: 15%, 18% dan 22% dari berat kering oven serbuk TKKS dari papan partikel. Penentuan kualitas papan partikel dilakukan berdasarkan JIS A 5908-1994. Flasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum papan partikel dengan glue spread 22% dan molar rasio perekat 2,1 memiliki kualitas terbaik dengan ciri-ciri sebagai berikut; kerapatan 0,604 g/cm³, kadar air 11,44%, daya serap air 73,15%, pengembangan tebal 6,69%, MOR 47,17 kg/cm², MOE 5338,09 kg/cm², internal bond 0,33 kg/cm² dan kuat pegang sekrup 2,6 kg. Secara umum kualitas papan partikel yang dihasilkan belum memenuhi JIS A 5908-1994 khususnya untuk sifat mekanisnya. Pengukuran emisi formaldehid juga dilakukan terhadap papan partikel, namun pengukuran hanya dilakukan pada papan partikel dengan glue spread 22% pada kedua tingkat molar rasio. Emisi formaldehid papan partikel pada molar rasio perekat 0,8 dan 2,1 secara berturut-turut adalah 6,26 ppm dan 15,35 ppm. Nilai ini belum...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural Universityid
dc.subject.ddcKehutananid
dc.subject.ddcHasil Hutanid
dc.titlePemanfaatan tandan kosong kelapa sawit, Elaeis guinensis Jacq. sebagai bahan baku perekat likuida kayu dan papan partikel berkerapatan sedangid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKelapa sawitid
dc.subject.keywordPerekat Kayuid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record