| dc.description.abstract | Erosi tanah dapat mengakibatkan pencemaran kualitas air sungai atau irigasi, serta terjadinya pendangkalan waduk. Potensi terjadinya erosi pada kawasan hulu DAS sangat besar dilihat dari kondisi topografi yang semakin ke hulu kemiringan lerengnya semakin curam dan didukung oleh curah hujan yang sebagian besar adalah orografis. Suatu tindakan konservasi tanah yang dilakukan harus dapat menekan laju erosi, sehingga diperlukan suatu perencanaan konservasi tanah yang sesuai dengan kondisi lahan dan laju erosi yang terjadi.
DAS Citarum Hulu merupakan salah satu DAS yang menurut Departemen Kehutanan tergolong dalam prioritas yang perlu segera ditangani untuk konservasi dan rehabilitasinya. Air yang berasal dari DAS Citarum Hulu ini akan masuk ke waduk Saguling untuk membangkitkan energi listrik.
Penelitian ini bertujuan untuk menduga erosi DAS Citarum Hulu dan mengevaluasi laju sedimentasi tahunan pada waduk Saguling sekaligus merencanakan teknik konservasi air dan tanah untuk menurunkan erosi dan memperkirakan distribusi dari akumulasi sedimentasi di waduk.
Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa baik secara visualisasi grafis maupun koefisien determinasi (R 0.8) data lapangan dengan keluaran model layak digunakan untuk melakukan teknik konservasi dan simulasi lahan.
Erosi talunan keluaran model sebesar 21,7 ton/ha/tahun. Setelah dilakukan simulasi teknik Konservasi pengolahan tanah minimum, erosi dapat diturunkan sebesar 84,62 %. Teknik simulasi ini mampu menurunkan erosi tertinggi dibandingkan dengan simulasi teknik penterasan dan penambahan luas hutan yang dilakukan pada penelitian ini.
Distribusi sedimen yang masuk ke waduk, dihitung dengan Metode Empirik Reduksi Luas yang dikeluarkan oleh USBR (United State Bureau of Reclamation). Dari hasil perhitungan, setelah 100 tahun operasi dapat diprediksi kapasitas penurunan waduk dari keadaan awal 982 juta m³ menjadi 798,1 juta m3 yang juga ditunjukkan oleh pendangkalan dasar waduk dari elevasi 562,0 mdpl menjadi 599,1 mdpl. Dan setelah 250 tahun operasi, kapasitas waduk berkurang lebih lanjut menjadi 445,3 juta m³. | id |